SuaraBali.id - Warga negara asing (WNA) asal Amerika Selatan berinisial JMH ditemukan bunuh diri dalam kamar hotel di wilayah Badung, Bali. Kini Polsek Kuta Utara melakukan penyelidikan terkait penyebab kejadian tersebut.
"Iya kemarin (Kamis, 7/4) sudah dievakuasi. Korban dinyatakan telah meninggal dunia kurang lebih delapan jam dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kami selidiki dulu penyebabnya," kata Kapolsek Kuta Utara Kompol Putu Diah Kurniawandari saat dikonfirmasi di Denpasar, Bali, Jumat.
Dia mengatakan, korban ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri dengan masih menggunakan pakaian lengkap. Korban kemudian dievakuasi dengan menggunakan ambulans PMI Kabupaten Badung menuju Rumah Sakit Sanglah Denpasar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Jenazah korban ditemukan pertama kali oleh petugas house keeping hotel tersebut. Petugas mendatangi kamar korban karena curiga tidak ada tanda-tanda korban keluar kamar hotel.
Baca Juga: 7 Manfaat Tomat, Bisa Melancarkan Pencernaan hingga Atasi Depresi
Dari keterangan petugas hotel, korban menempati kamar yang sebenarnya sudah jatuh tempo untuk check out pada Rabu (6/4) pukul 12.00 Wita.
"Lalu saksi memeriksa dan mencoba menghubungi kamar, namun tidak ada jawaban. Saksi tetap menunggu konfirmasi dari korban. Terlewat satu jam untuk check out, korban tidak juga merespon dan keluar kamar, jadi petugas langsung mendatangi kamar korban," jelas Diah.
Petugas hotel dan satpam kemudian mendatangi kamar korban dan tidak mendapat respons. Sehingga, petugas berinisiatif membuka pintu kamar korban setelah mendengar ada suara sesuatu terjatuh.
"Suara terjatuh itu korban yang gantung diri," tambahnya.
Mengetahui hal tersebut, petugas hotel langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Kuta Utara. [ANTARA]
Baca Juga: Psikolog Ingatkan Jangan Coba-coba Atasi Depresi Sendirian, Ini Bahayanya
Catatan Redaksi: Hidup sering kali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567, yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.
Berita Terkait
-
Justin Hubner Cetak Gol Bunuh Diri Bikin Wolves Malu dan Kacau Balau
-
Penampakan Kim Jong Un Awasi Langsung Uji Coba Drone Bunuh Diri Baru Berbasis AI
-
Misteri Kasus Akseyna yang Trending: Profil, Kronologi Kematian, dan Update
-
Sederet Artis Pilih Childfree, Gitasav sampai Hampir Bunuh Diri Usai Dihujat gegara Ogah Punya Anak
-
Pendidikan Gitasav: Trending usai Cerita Hampir Bunuh Diri Akibat Dibully soal Childfree
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Koster Perintahkan Pasar Tradisional di Bali Berhenti Gunakan Tas Kresek Saat Berjualan
-
Waspadai Cuaca Laut Saat Arus Balik Lebaran: Gelombang di Selat Bali dan Lombok Capai Dua Meter
-
5 Restoran di Bali yang Cocok Untuk Acara Makan Bersama Keluarga
-
Thai Lion Air Kini Terbang dari Bali ke Bangkok, Jadwalnya 4 Kali Seminggu