SuaraBali.id - Pembangunan kantor bupati Lombok Utara senilai Rp43 miliar yang akan menjadi pusat layanan pemerintahan daerah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.
Adanya pembangunan ini dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu, didampingi Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R, dan Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara Nasrudin, di Kabupaten Lombok Utara, Kamis (31/3/2022).
"Selain sebagai lokus sentral aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, keberadaan kantor pusat pemerintahan juga sebagai ikon daerah, selain mempercantik landscape tata ruang wilayah kabupaten," kata Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu.
Menurutnya memerlukan ikhtiar lebih guna merealisasikan pembangunan kantor bupati menggunakan dana APBD. Terlebih di tengah situasi Kabupaten Lombok Utara yang sulit akibat musibah gempa bumi pada 2018 dan wabah COVID-19 sejak 2020,
"Sebagai warga utara (Lombok Utara-red), kita bersyukur di usia 13 tahun Kabupaten Lombok Utara, baru saat ini, kita bisa membangun kantor bupati," ujarnya.
Bupati Lombok Utara dua periode itu memaparkan dua alasan pembangunan kantor pusat pemerintahan daerah harus dilaksanakan pada 2022. Pertama, tahun 2022 sebagai momen yang tepat untuk membangun kantor pusat layanan pemerintahan daerah.
Kedua, pada tahun-tahun berikutnya negara dan daerah-daerah di Indonesia, disibukkan dengan agenda pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah yang akan memakan anggaran cukup besar.
"Oleh sebab itu, saya rasa pembangunan gedung kantor bupati tahun ini adalah waktu yang tepat," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lombok Utara Kahar Rizal mengatakan setelah banyaknya bangunan pemerintah yang hancur akibat gempa empat tahun silam, maka tahun ini, pemerintah daerah memiliki optimisme yang tinggi untuk membangun kembali infrastruktur yang telah luluh lantak.
Salah satunya pembangunan pusat pemerintahan daerah otonomi termuda di NTB ini. Lokus perkantoran difokuskan di Kecamatan Tanjung, dan sebagian Kecamatan Gangga.
Ia menyebutkan luas lahan lokasi pembangunan kantor bupati mencapai 2,6 hektare dengan total luas lahan untuk bangunan kantor mencapai 2.332 meter persegi. Gedung kantor direncanakan terdiri atas empat lantai.
"Hal menarik dari bangunan kantor bupati terletak pada desain atap gedung menyerupai atap Masjid Kuno Bayan. Ikon itu tentu akan membuat desain arsitektur kantor bupati terlihat lebih menarik dan elegan dikarenakan menonjolkan simbol adat dan budaya daerah Dayan Gunung," ujarnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Tak Bisa Cuma Andalkan APBN, Menteri PKP Maruarar Sirait Tagih Kolaborasi Daerah dan Swasta
-
Jalur Wisata Pusuk Sembalun Tertutup Longsor, Gubernur NTB Instruksikan Percepatan Pembersihan
-
Jerinx SID Kembali Singgung Konspirasi COVID-19, Ungkit Aksi Demo Tolak Rapid Tes Tahun 2020
-
Epstein Files Singgung Simulasi Pandemi Sebelum COVID-19, Nama Bill Gates Terseret
-
Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Cek Promo Alas Kaki di Bawah Rp150 Ribu Jelang Idulfitri di Matahari
-
Promo SuperIndo: Belanja THR Gratis Minyak 2 L
-
Awas Sertifikat Tanah Anda Palsu, Begini Cara Cek Keasliannya!
-
Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas VIII Halaman 282: Progress Check 2
-
Hery Gunardi: Perbankan Indonesia Tetap Resilien, Namun Perlu Perkuat Mitigasi Risiko Global