SuaraBali.id - Wilayah Bali saat ini dinilai masih dalam periode musim penghujan. Jika dilihat dari siklus hujan masih tergolong wajar dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini ditegaskan oleh Balai Besar Meteorologi Klimatologi (BBMKG) Wilayah III.
Citra radar cuaca wilayah Bali dalam 24 jam lalu hasilnya menunjukkan terjadinya hujan ringan-lebat di hampir sebagian besar wilayah Bali dari siang hingga sore hari.
Menurut BMKG faktor-faktor penyebabnya adalah Labilitas Lokal yang cukup kuat di wilayah Bali sehingga, mendukung proses pembentukan awan hujan di wilayah Bali.
Massa udara basah terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 200 mb ( 12.000 meter) suhu permukaan laut di sekitar wilayah Bali berkisar antara 28 sampai 30 C, suhu muka laut yang hangat dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
"Untuk beberapa hari kedepan cuaca masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan - lebat yang terjadi di sebagian besar wilayah Bali pada siang sampai sore hari," kata Prakirawan Cuaca Balai Besar Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, I Wayan Wirata., Senin (14/3/2022).
Dilihat dari permodelan cuaca, untuk hari ini (14/3) potensi turunnya hujan akan turun di wilayah Bali bagian Utara, Tengah dan Barat pada siang sampai sore hari, dan malam hari potensi hujan di wilayah Bali bagian Timur dan selatan.
Masyarakat perlu mewaspadai adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang berdurasi singkat di sebagian besar wilayah Bali.
Terkait kondisi tersebut, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kilat atau petir.
"Masyarakat dapat selalu memperhatikan Informasi BMKG khususnya peringatan dini cuaca atau iklim ekstrem," pungkas Wirata.
Berita Terkait
-
Maling Ayam Dikeroyok hingga Tewas, Mengapa Koruptor Tak Diperlakukan Sama?
-
7 Fenomena Langit Sepanjang Agustus 2026, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari
-
BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
-
2 Hujan Meteor Akhir Juli 2026 Hiasi Langit Indonesia! Ini Jadwalnya
-
2 Warga Belanda Dilarang Masuk Indonesia Usai Gelar Event Lari Khusus Bule
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
Kejati Periksa Direksi Bank NTB Syariah Terkait Pinjaman PT Carsten
-
Proyek Rumah Sakit di Denpasar Terbakar, 2 Korban Dirawat Intensif
-
Bali Silent Disco Dituding Diskriminasi WNI, Koster: Ternyata Tidak Seperti Diberitakan!
-
Warga NTB Mulai Krisis Air Bersih