Budi Arista Romadhoni
Kamis, 03 Maret 2022 | 19:33 WIB
Ilustrasi Penumpang pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA881 tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (3/2/2022). Pelaku Perjalanan Luar Negeri tidak melakukan karantina ketika sampai di Pulau Bali. [Antara/Naufal Fikri Yusuf]

SuaraBali.id - Baru-baru ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan bahwa Bali akan diuji coba untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) tidak melakukan karantina ketika sampai di Pulau Dewata.

Hal ini lantas ditanggapi oleh anggota Komisi X DPR RI, A.S Sukawijaya yang selama ini bermitra dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di parlemen.

Menurut pria yang kerap disapa Yoyok Sukawi ini, kebijakan tersebut perlu didukung jika melihat data cakupan vaksinasi di Bali.

“Kami di Komisi X tentu mendukung kalau itu demi kebaikan Bali. Apalagi selama ini masyarakat Bali menggantungkan hidupnya di pariwisata dan sangat terdampak industri pariwisata di sana yang sampai menghilangkan mata pencaharian,” ujar Yoyok Sukawi dari keterangan tertulis Kamis (3/3/2022). 

“Berdasarkata data sampai 2 maret yang kami baca, cakupan vaksinasi dosis kedua untuk masyarakat umum di Bali sudah mencapai 94 persen. Demi masyarakat Bali, silakan, namun dengan kehati-hatian,” imbuhnya.

Legislator Partai Demokrat ini juga berpendapat supaya pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Bali untuk tegas kepada PPLN apabila kebijakan tanpa karantina di Bali diterapkan.

Salah satunya yakni ketegasan kepada PPLN yang tengah sakit untuk sementara waktu dipisahkan dan dilakukan pemeriksaan kesehatan.

“Kalau kebijakan tersebut jadi, pemerintah tetap harus hati-hati. Salah satunya PPLN dari luar negeri yang punya keluhan sakit saat datang di Bali untuk tetap dipisahkan dan yang terpenting screening berjalan ketat. Jadi supaya pariwisata tetap jalan, masyarakat di Bali juga senantiasa sehat. Semoga industri pariwisata di Bali cepat merangkak naik,” pungkas Yoyok Sukawi.

Baca Juga: Meski Tak Bisa Disamakan dengan di Bali, Peranyaan Nyepi di Bandung Tetap Berjalan Kondusif

Load More