SuaraBali.id - Taman Sari Jogja adalah cagar budaya warisan Keraton Yogyakarta yang masih dapat dilihat sampai sekarang. Taman yang dibangun di masa pemerintahan Sri Sultan HB I, pada tahun 1758 ini sudah mengalami beberapa kali renovasi.
Namun renovasi yang dilakukan tak menghilangkan nilai historis bangunan tersebut. Obyek wisata bernuansa arsitektur Portugis ini memiliki kolam air yang dikelilingi benteng setinggi enam meter.
Pada zaman dulu, Taman Sari digunakan untuk mandi para istri-istri Sultan HB X. Anda akan menemukan tempat semacam menara untuk melihat dan mengamati istri-istrinya yang sedang mandi.
Saat pandemi, pengunjung Taman Sari harus menunggu giliran untuk memasuki area taman, di mana 1 rombongan hanya berisi 10 hingga 14 orang saja yang kemudian akan dipandu oleh 1 orang pemandu. Setiap pengunjung wajib untuk menggunakan masker.
Baca Juga: Asyik! Berikut 5 Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Ketep Pass
Ada banyak daya tarik di obyek wisata yang terletak 300 meter sebelah barat Keraton Yogyakarta ini. Mau tahu keasyikan Taman Sari Jogja? Berikut artikelnya.
1. Daya Tarik Taman Sari
Kolam Pemandian
Ada tiga buah kolam pemandian dengan fungsi berbeda di Taman Sari Jogja. Dua kolam yakni Umbul Pamucar dan Umbul Kawitan letaknya dekat dengan pintu gerbang.
Konon, selir-selir raja yang sedang berada di kolam akan diamati oleh raja dari sebuah menara yang letaknya berada dekat dengan Umbul Pamucar. Kemudian raja akan melemparkan bunga kantil ke arah Umbul Pamucar, barangsiapa yang terkena bunga kantil tersebut akan ikut ke Umbul Panguras bersama raja.
Kolam-kolam tersebut dihiasi dengan ornamen air mancur dengan bentuk seperti kepala naga dengan hiasan pot di sekelilingnya. Selain itu di setiap penjuru kolam terdapat tempat untuk menyalakan dupa atau wewangian, yang akan dinyalakan ketika raja, para selir, dan putra-putri raja sedang mandi.
Sumur Gumuling
Sumur Gumuling adalah lokasi jujukan pengunjung yang ingin berfoto ria. Lokasinya memang estetik. Sumur Gumuling sendiri bukanlah sebuah sumur biasa, melainkan sebuah masjid bawah tanah. Selain berfungsi sebagai masjid, Sumur Gumuling berfungsi sebagai bunker perlindungan bagi sultan dan keluarga jika mengalami serangan yang membahayakan.
Baca Juga: Jombang Miliki Galeri Cagar Budaya, Jadi Ajang Edukasi dan Informasi Masyarakat
Masjid bawah tanah ini berbentuk dua tingkat melingkar hingga 360 derajat, dengan bagian tengahnya berlubang. Selain itu, di masjid ini terdapat sumur yang dikelilingi oleh lima buah tangga yang melambangkan jumlah Rukun Islam.
Berita Terkait
-
Berencana Liburan ke Keraton Yogyakarta? Ini Harga Tiket dan 5 Pengalaman Unik yang Didapat
-
Fakta Unik Keraton Kilen Yogyakarta: Tempat Jokowi Bertemu Empat Mata dengan Sultan Hamengkubuwono X
-
Tanpa Keluarga, Jokowi Temui Sri Sultan HB X di Keraton Yogya, Ada Apa?
-
Ulasan Buku Toko Merah, Pentingnya Inovasi dan Menjauhi Sikap Sombong
-
Gedung Peruri Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya Nasional
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Meninggal di AS Saat Nyepi, Mahasiswi Asal Buleleng Ini Sempat Pesan ke Ayah Ibu Agar Tenang
-
Dianggap Rezeki, Nelayan Kuta Panen Ikan Layur, Sekali Melaut Puluhan Kilogram
-
Obat Rindu di Balik Jeruji: Lapas Lombok Barat Sediakan Video Call Gratis untuk Warga Binaan
-
Setelah Lebaran Harga Ayam dan Cabai di Bali Mulai Alami Penurunan
-
Pemudik dari Bali Jadi Korban Ledakan Petasan Balon Udara yang Diterbangkan Anak-anak