SuaraBali.id - Seorang dosen bernama Komang Budaarsa yang mengajar di Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Bali diduga bunuh diri. Saat ini unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan menyelidiki penyebab dosen tersebut melakukan perbuatan nekat itu.
"Masih diselidiki (penyebabnya), karena anaknya yang menemukan korban pertama kali belum dapat dimintai keterangan karena masih syok atas kematian bapak nya (korban)," kata Kapolsek Denpasar Selatan, AKP I Gede Sudyatmaja, saat dikonfirmasi di Denpasar, Selasa (22/2/2022).
Menurut polisi, saat itu korban ditemukan dalam posisi gantung diri di ruang keluarga rumahnya pukul 13.30 WITA Senin (21/2/2022), di Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, Bali.
Mengetahui hal tersebut, Unit Identifikasi Sat Reskrim Polresta Denpasar tiba melakukan olah TKP dan nihil diperoleh tanda-tanda kekerasan. Saat olah TKP ditemukan bekas jerat tali pada leher korban.
Dan sekitar pukul 16.15 WITA jenazah korban dibawa ke RSUP Sanglah untuk ditangani lebih lanjut.
Kejadian itu awalnya diketahui anak korban bernama Kadek Dwi Yogiantara yang saat itu baru tiba dari Malang sekitar pukul 05.00 WITA. Saat itu anak korban bertemu dengan korban yang masih dalam keadaan sehat.
"Anak korban sempat tidur siang dan sempat mengobrol dengan bapak nya yaitu korban, lalu saat ditinggal sebentar, sekitar pukul 13.30 WITA mendapati korban sudah dalam keadaan gantung diri di ruang keluarga dengan tali tambang plastik warna biru yang digantung di tangga lantai dua rumah," jelasnya.
Mengetahui hal itu, kata Sudyatmaja, Yogiantara langsung meminta bantuan warga sekitar, agar bisa ditangani di rumah sakit.
Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo