SuaraBali.id - Perayaan Rahina Tumpek Wayang ditetapkan dengan Upacara Jagat Kerthi. Hal ini diresmikan melalui Instruksi Gubernur Bali Nomor 4 tahun 2022 tentang Tumpek Wayang, sebagai pelaksanaan tatanan kehidupan masyarakat Bali, berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sat Kerthi.
Rahina Tumpek Wayang sendiri akan jatuh pada 5 Maret 2022 atau pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang
Nilai-nilai adiluhung Sat Kerthi seperti keharmonisan antara alam, manusia, dan kebudayaan Bali yang meliputi tradisi, seni, budaya, hingga kearifan lokal secara sekala dan niskala, diharapkan dapat dipahami dan diterapkan disiplin dan penuh rasa tanggung jawab, oleh seluruh masyarakat Bali.
Tujuannya adalah untuk mewujudkan visi pembangunan daerah Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali era baru.
Pada Tumpek Wayang, warga Bali biasanya mengisi persembahyangan, dengan menghadirkan pertunjukan wayang yang kerap disebut Wayang Sapuh Leger. Dalam upacara ini, orang yang lahir di Wuku Wayang diwajibkan mendapat pengelukatan atau penyucian diri dari tirta atau air suci dalang, pembawa lakon cerita wayang.(beritabali.com)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kunjungan ke NTT, Momen Jokowi Dianugerahi Raja Timor dalam Karnaval Budaya
-
Jokowi Hadiri CFD Kupang, Warga Teriak: Bapak Kesayangan Pulang Kampung
-
Melihat Budidaya Kakao Jembrana, Emas Cokelat Yang Memikat Pasar Jepang Dan Eropa
-
WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas
-
Alasan Polisi Tambah Pasal Pidana pada Kasus Santri Terbakar