SuaraBali.id - Program paket bundling menonton MotoGP pada 18-20 Maret 2022 dengan menginap di Bali disesalkan oleh Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat, Made Slamet. Ia mengaku kecewa jika yang membuat hal itu adalah PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).
"Kalau ITDC buat paket itu, keterlaluan ya. Masak kita terima ampasnya. Semestinya jangan begitu, enggak boleh," ujarnya Rabu (17/2/2022).
Menurutnya Langkah ITDC yang menjual paket bundling menonton MotoGP dengan menginap di Bali merupakan langkah yang keliru. Hal itu karena ketersediaan kamar di NTB masih cukup untuk menampung penonton MotoGP.
"Isu hotel full booking di NTB hanya permainan bisnis saja untuk kemudian bisa menginapkan di Bali. Padahal, kalau melihat fakta di lapangan, masih banyak hotel belum di booking. Ini namanya kalah dalam promosi," ucap Made Slamet.
Ia juga meminta Dinas Pariwisata NTB segera melakukan pendataan dan promosi, terutama lakukan counter isu tarif mahal kamar hotel itu, sehingga tidak merusak nama daerah.
"Isu kamar hotel mahal ini justru akan membuat hotel di Bali panen. Kami pun tidak mau ITDC dan MGPA bersikap demikian, kenapa tidak promosikan paket di Lombok saja," tegas anggota DPRD dari Dapil Kota Mataram itu.
Menurutnya masih ada ribuan kamar hotel di Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno di Kabupaten Lombok Utara padahal masih terlihat kosong. Di mana dari 6.000 lebih kamar, yang sudah terisi hanya baru 200 kamar.
"Apa bedanya promosikan Bali ketimbang Gili Trawangan, Air dan Meno. Kalau melihat jarak tempuh malah justru lebih jauh ke Bali. Ada apa terhadap ITDC dan MGPA membuat paket seperti itu," katanya.
Ia pun berharap penjualan paket bundling menonton MotoGP dengan menginap di Bali bisa ditinjau ulang.
"Silahkan penuhi kamar-kamar di NTB dulu. Karena kita masih banyak juga yang kosong," katanya.
Diketahui ITDC meluncurkan paket bundling untuk menyaksikan MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit pada 18-20 Maret 2022.
Paket bundling tersedia mulai harga Rp8,9 juta per pax untuk bundling dengan tiket Grandstand Premium dan mulai dari harga Rp17,2 juta per pax untuk bundling dengan tiket VIP Hospitality Suites Deluxe Class, yang dapat dibeli melalui platform Xplorin (xplorin.bigtix.io).
Paket yang ditawarkan ini termasuk tiket menonton Grandstand Premium atau VIP Hospitality Suites Deluxe Class di hari Minggu 20 Maret 2022, tiket pesawat roundtrip Denpasar - Lombok Praya - Denpasar, menginap 3 hari 2 malam di hotel berbintang 4 dan 5 di The Nusa Dua periode 19-21 Maret 2022 (termasuk sarapan), transportasi/airport transfer dari dan menuju Hotel dari dan menuju Sirkuit, serta swab antigen. (ANTARA)
Tag
Berita Terkait
-
Pertamina Bawa Semangat Grand Prix of Indonesia 2026 ke Masyarakat
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo
-
Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok
-
Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani
-
Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian