SuaraBali.id - Kurnia, orang tua dari Bima, siswa sekolah dasar negeri (SDN) 6 Dauh Puri, Denpasar, Bali mengeluh dihentikannya pembelajaran tatap muka oleh Pemerintah Kota Denpasar dan kembali harus daring (dalam jaringan) alias belajar di rumah.
Hal ini karena, selain masalah sosialisasi anak yang akan kembali terganggu, beban orangtua di rumah semakin banyak, juga masalah ekonomi karena hingga kini belum ada arahan mengenai subsidi internet untuk mendukung pembelajaran daring.
Nia mengatakan mendapat surat edaran dari pihak sekolah kepada orang tua/wali murid tentang hasil rapat Satgas COVID-19 Kota Denpasar bersama Kadis Dikpora Kota Denpasar tanggal 3 Februari 2022 pukul 14.00 Wita.
Disebutkan hasil rapat diputuskan untuk sementara pembelajaran tatap ditunda/ditutup sementara sampai kasus COVID-19 melandai. Kegiatan pembelajaran di sekolah untuk sementara ditiadakan dan selanjutnya seluruh siswa kembali ke pembelajaran daring mulai dari tanggal 4 Februari 2022 sampai batas waktu yang belum ditentukan atau menunggu pengumuman lebih lanjut.
Nia pun merasa sedih, pasalnya anaknya yang kelas 2 SD sudah mulai belajar melakukan sosialisasi yang baik dengan guru san teman-temannya di sekolah setelah beberapa lama belajar di rumah saja.
"Anak sudah belajar dan bermain bersama teman-temannya dan guru di sekolah, sudah senang beberapa bulan belajar di sekolah, tidak jenuh di rumah terus, sekarang ada surat edaran harus daring lagi, kalau boleh jujur ya sedih," ucap Nia di rumahnya Denpasar, pada Jumat (4/2/2022)
Selain itu, Nia sebagai ibu rumah tangga harus mengurusi keperluan rumah tangga, keperluan dapur dan lain sebagainya bahkan juga mengurus anak keduanya yang masih berusia 3 tahun.
"Kalau daring harus mendampingi ikut sekolah karena anak saya masih kelas 2 SD mungkin beda dengan kalau sudah SMP atau SMA sudah bisa mandiri, kalau sekolah di rumah seperti ini pekerjaan saya di rumah menjadi tidak selesai-selesai karena harus menunggu anak belajar daring, kalau pagi biasanya belanja sibuk masak bersih-bersih rumah, sekarang harus ikut sekolah, dan ngurus adiknya usia masih 3 tahun, masih rewel," bebernya.
Ibu muda berusia 32 tahun ini juga khawatir dengan pembelajaran daring akan membuat pengeluaran bengkak karena belum ada bantuan subsidi kuota internet dari pihak sekolah. Sedangkan pemasukan hanya dari suami yang sehari-hari kini banting setir menjadi driver ojek online.
"Kelas 2 ini belum ada sama sekali, mungkin karena baru kembali daring, sebelumnya kan sudah tatap muka di sekolah, kalau berkaca pengalaman sebelumnya yang jelas sangat menguras kuota internet, tapi dulu pas masih kelas 1 dapat kuota gratis khusus untuk pembelajaran daring, ya harapannya kalau daring lagi ada bantuan lagi," pesannya.
Selain menutup pembelajaran di sekolah dari Tingkat PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA/SMK yang semula telah menerapkan 100 persen Tatap Muka dikembalikan dengan Metode Daring, Pemkot juga menutup sejumlah fasilitas umum di Kota Denpasar juga ditutup kembali karena lonjakan kasus COVID-18 signifikan dalam sepekan terakhir.
Sebagaimana ditegaskan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam sebuah rapat bersama jajaran Satgas COVID-19 pada Kamis (3/2/2022) kemarin.
Wakil Wali Kota menegaskan, pemerintah juga tetap mengoptimalisasi 6 langkah strategis untuk mengatasi lonjakan kasus covid 19 yang telah disepakati sebelumnya.
Hal ini mulai dari peningkatan kapasitas 3 T (tracing, testing, treatment), mengencarkan pelaksanaan vaksinasi termasuk booster, mewajibkan penerapan aplikasi Peduli Lindungi.
Selanjutnya Satgas Covid-19 Kota Denpasar juga menyiapkan Isolasi Terpusat (Isoter), Optimalisasi Rumah Sakit Rujukan mulai dari ketersediaan bed, oksigen dan obat-obatan.
Berita Terkait
-
Nge-Jokes 1+1=2 yang Viral, Akun Bali United Kena Sentil: Gak Ada Kerjaan Ya?
-
Salip London hingga Paris, Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026
-
Jejak Berdarah Pembunuh Sadis Rumania Berakhir di Bali, Diciduk Tim Gabungan di Kerobokan
-
Buron Hampir Tiga Tahun, Terpidana Kredit FIktif Mila Indriani Ditangkap di Bali
-
Mencicipi Donat Artisan yang Unik dan Autentik, Cita Rasa Bali di Setiap Gigitan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
Terkini
-
Kepala Kantor BPN Bali Lawan Penetapan Tersangka Lewat Praperadilan
-
Status Gunung Ile Lewotolok Naik Jadi Siaga, Ribuan Gempa Tercatat
-
Doa Bersama Penglingsir Puri dan Tokoh Lintas Agama di Bali untuk Nusantara
-
Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Make Up 2026
-
5 'Spot Healing' Lari Paling Instagramable di Bali