Tujuannya adalah untuk menanyakan motor Honda PCX yang hilang dan terlapor diminta pertanggungjawabanya selaku penyewa. Namun terlapor membantah tuduhan tersebut dan malah menuduh korban yang mencuri.
Terlapor yang marah memanggil 4 temannya untuk datang ke Vila. Sekitar pukul 12.30 WTA, 4 teman terlapor datang ke vila dan mengaku Polisi International.
Mereka datang mengendarai mobil Fortuner dengan menggunakan rotator dan membunyikan sirene.
Para pelaku datang membawa stik bisbol dan mengeroyok korban, mengikat serta menyeretnya masuk ke dalam mobil bersama saksi Cenly. Mereka bahkan membawa korban dan saksi menuju arah Kediri Tabanan dan disekap di sebuah lokasi selama 2 jam.
Tidak hanya menyekap, para pelaku juga menggasak handphone korban yang berisi kartu ATM, catatan penting bank ID dan paswordnya.
Dalam kasus pengeroyokan itu korban mengalami luka memar di bagian rahang sebelah kiri dan luka lecet pada lutut sebelah kiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern