SuaraBali.id - Usaha waralaba Kentucky Fried Chicken atau KFC resmi digugat oleh warga Palopo, Sulawesi Selatan bernama Erwin Sandy. Ia resmi mendaftarkan gugatannya di Pengadilan Negeri Palopo karena burger yang dipesan Erwin tidak sesuai dengan gambar.
Gugatan ini dilayangkan Erwin pada pada Senin, 10 Januari 2022. Dalam kasus ini, ia menggugat KFC secara perdata senilai Rp4 miliar.
"Alhamdulillah, sudah kami daftarkan gugatannya ke PN Palopo," ujarnya, Selasa, 11 Januari 2022.
Adapun gugatan Erwin Sandy sudah teregistrasi di pengadilan dengan nomor PN.Paloporeg.no.3/pdt.G./2022/PN.Palopo, per tanggal 3 Januari. Kini penggugat tinggal menunggu jadwal sidang. Menurut Sandy ini adalah hak konsumen untuk mendapatkan makanan yang layak sesuai dengan gambar promosi oleh pihak KFC.
Hal itulah yang membuatnya percaya diri untuk menggugat perusahaan ayam goreng tersebut.
"Mediasi juga sudah dilakukan. Awalnya mereka sepakat dengan hasil itu, tapi tidak dijalankan. Sehingga salah satu upaya kami adalah gugatan," tuturnya.
Tapi ternyata yang digugat bukan hanya KFC, melainkan juga Gojek, aplikasi penyedia layanan yang menawarkan makanan tersebut. Kala itu, Erwin memesan burger di aplikasi Gojek, melalui fitur Go-food.
Ada tiga buah burger yang dipesan jenis "Krunchy Burger". Pada aplikasi online, burger itu berisi ayam krispi, keju dan sayuran. Namun, ketika pesanan itu datang, yang ada hanya roti burger isi ayam.
"Jangankan keju, sayurannya pun tidak ada. Yang ada hanya ayam krispy dilapisi roti burger," terangnya.
Pria ini kemudian melakukan komplain dan menghubungi kontak layanan services KFC. kata Erwin, hal tersebut sudah sesuai dengan prosedur jika ingin mengomplain produk. Sayang, nomor yang tertera di google tak bisa tersambung.
Driver Gojek yang dihubungi juga mengaku tak tahu menahu. Kala itu pihak KFC berdalih bahwa mereka kehabisan bahan baku untuk pesanan burger sesuai permintaan konsumen.
Pihak KFC sudah meminta driver Gojek untuk mengonfirmasi ke konsumen. Namun Erwin mengaku sebagai pengguna jasa layanan aplikasi, driver itu tak menginformasikan apa-apa.
Menurut Erwin kejadian yang pertama kalinya. Beberapa hari sebelum memesan tiga buah burger, Erwin juga sempat memesan enam buah burger dengan jenis yang sama.
Hasilnya juga sama. Hanya burger isi ayam. Padahal di aplikasi, burger itu sangat menggiurkan dengan lelehan keju dan irisan sayuran.
Atas hal itu, ia merasa dirugikan walau harganya tidak seberapa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali