SuaraBali.id - Tim Patroli Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar dilepas di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali yang menggagalkan upaya penyelundupan 33 ekor penyu hijau (Chelonia mydas) melepasliarkan 31 ekor penyu berukuran sedang hingga besar, Sabtu (8/1/2022).
Penyu-penyu ini sebelumnya oleh prajurit TNI AL saat ditangkap dan akan diselundupkan sejumlah ABK di perairan selatan Bali pada Kamis, 30 Desember 2021 lalu.
"Ini penyu hasil tindak pidana dan masih dalam proses, namun karena ini mahkluk hidup kalau lama-lama disimpan sebagai barang bukti takutnya mati. Makanya 33 ekor penyu kita lepaskan hari ini," ujar Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono.
Menurutnya, penyu hijau ini adalah binatang dilindungi oleh pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam. Keberadaan penyu dinilai sangat penting untuk menjaga ekosistem di laut karena penyu memakan ganggang-ganggang yang menutupi permukaan laut.
Apabila ganggang tidak dimakan oleh penyu, maka sinar matahari tidak langsung turun ke bawah laut sehingga plankton-plankton tidak bisa hidup subur.
"Plankton-plankton ini adalah sumber makanan bagi hewan di laut sehingga ikan-ikan dapat hidup. Kasihan nelayan kita yang menggantungkan hidup dari menangkap ikan," katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali Agus Budi Santosa menjelaskan sebanyak 31 ekor penyu hijau yang berhasil diamankan petugas TNI AL itu sebelum dilepaskan telah menjalani perawatan di pusat konservasi Turtle Conservation Education Centre (TCEC) Serangan dan dinyatakan sehat.
"Setelah dinyatakan sehat baru kami lepaskan. Kalau usianya kami perkirakan dari fisiknya yang paling muda umurnya enam tahun dan paling tua mungkin sudah 20 hingga 30 tahun," ungkapnya.
Terkait penyu hijau yang akan diselundupkan itu, pihaknya merasa senang melihat adanya penyu hijau berada di perairan Bali lagi setelah sebelumnya sekitar empat tahun terakhir tidak ada penyu hijau dan hanya ditemukan penyu jenis lekang.
"Ini pertanda baik, mungkin ekosistem sudah mulai pulih karena namanya penyu akan ke pantai kalau dia akan bertelur. Dan kemungkinan penyu-penyu ini dulu juga berasal dari Bali karena penyu akan kembali ke tempat mereka menetas," ujar Agus Budi Santosa. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida