SuaraBali.id - Kebun Raya Purwodadi. Jika berkunjung ke Pasuruan, Jawa Timur, jangan lupa mampir ke salah satu destinasi wisata yang terkenal yaitu Kebun Raya Purwodadi.
Di Kebun Raya Purwodadi, Anda bisa melakukan wista alam sekaligus menambah wawasan tentang aneka jenis tanaman. Kebun Raya Purwodadi atau KRP menjadi salah satu destinasi wisata edukatif kawasan konservasi tanaman tropis .
Kebun ini merupakan salah satu dari tiga cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor) yang didirikan tepat pada tanggal 31 Januari 1941.
Fungsi utama dari KRP yaitu sebagai Balai Konservasi Tumbuhan yang bernaung dibawah dan bertanggung jawab kepada Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya, Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati-LIPI (Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia).
Di area seluas 85 hektar, terdapat lebih dari 2000 jenis tumbuhan dengan total jumlah Spesies mencapai lebih dari 11.000 jenis.
Tak heran jika Anda memasuki kawasan KRP, anda akan disambut dengan pepohonan hijau yang rindang. Lokasinya pun berada diketinggian 300 mdpl, membuat kebun ini sangat cocok menjadi tempat hidup pepohanan.
Hal itu membuat suasana di sekitar kebun sangatlah sejuk dan nyaman. Anda bisa mengunjunginya bersama keluarga atau sahabat ketika libur akhir pekan tiba. Tak perlu khawatir di sana juga banyak terdapat spot foto yang Instagramable.
Bahkan di KRP ada area tematik yang cukup populer di KRP. Berikut beberapa di antaranya yaitu:
1. Taman Bugenville
Di sini Anda bisa melihat bunga bugenville berwarna merah muda, merah hingga orange yang nampak sedang bermekaran. Tempat ini menjadi salah satu spot yang sayang untuk dilewatkan jika berkunjungbke Kebun Raya Purwodadi.
Baca Juga: Labuan Bajo Masih Hadapi Permasalahan Kompleks Untuk Jadi Destinasi Wisata Super Premium
Desain bangunannya pun dibuat semenarik mungkin, senhingga nampak mencolok dan berbeda dari bangunan disekitarnya.
Ada juga pergola yang bedara di samping taman dipenuhi tanaman Bougenville sebagai atapnya yang sangat cantik dijadikan spot berfoto. selain itu, juga ada gazebo dan danau buatan sebagai pendukung suasana yang asri.
2. Taman Meksiko
Seperti namanya, di taman Meksiko KRP terdapat beragam jenis tumbuhan yang berasal dari negara Meksiko. Beragam jenis kaktus hidup dan terawat di sini. Bahkan ada kaktus yang berukuran sangat besar, sehingga menarik perhatian pengunjung yang datang.
3. Green House Anggrek
Pencinta anggek wajib datang ke Green House Anggrek yang terletak di dalam Kebun Raya Purwodadi. Pasalnya di sana terdapat beragam jenis anggrek yang dibudidaya.
Terdapat lebih dari 2.000 bunga anggrek yang terdiri dari 319 jenis, 7 diantaranya merupakan anggrek endemik Jawa Timur. Bahkan juga ada jenis anggrek langka yang hidup di KRP.
4. Jajaran Pohon Jangklot
Jajaran pohon jangklot yang tertata rapi dengan jalan setapak di tengahnya, membuat suasananya bak di negara Korea.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri
-
Sungai-sungai di Mataram Berubah Jadi 'Lautan Sampah' Saat Kemarau