Terkait mencegah kerumunan juga, pihak keluarga tidak melibatkan Krama adat untuk ngiring, atau ikut ngaben.
"Pada tahun 1962 itu melibatkan 2.500 sane nyarengin. Namun karena pandemi, bukan kami menolak, sampai saat ini prosesi masih ngeraga," ungkapnya.
Sementara sang menantu, Ida Bagus Wesnawa menyebut upacara ini sekaligus menjadi momentum edukasi kepada generasi muda internal Puri maupun masyarakat umum, bahwa ada adat istiadat yang patut kita jaga kelestariannya.
Ia juga berharap ada sinergi antara pemerintah bersama Krama adat untuk menjaga kearifan lokal di tengah aturan-aturan pembatasan kegiatan sosial akibat pandemi. Sehingga ada jalan tengah agar adat di Bali tetap berjalan, juga selaras dengan kebijakan pemerintah.
Hai sudarma mengatakan acara ini termasuk telah mengalami penyederhanaan dibandingkan gelaran masa lampau, namun tidak menghilangkan pakem dari esensi upacara itu sendiri.
Berita Terkait
-
Jarang Terjadi! Para Raja dan Sultan Datangi Istana Tagih Janji Prabowo soal Bandara Bali Utara
-
Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!
-
Mengintip Tren Wellness di Bali, Saat Pengalaman Air Jadi Daya Tarik Baru Industri Hospitality
-
Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?
-
Nyontek Dubai, Bali Mau Jadi Pusat Keuangan Dunia
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!
-
Balon Gas Meledak Saat Perayaan Hari Koperasi di Bali, 11 Orang Terluka