SuaraBali.id - Taman Langit Pangalengan merupakan salah satu destinasi wisata favorit sekaligus populer yang bernuansa alam di Kabupaten Bandung. tempat ini memiliki pemandangan alam yang sangat indah.
Saat berkunjung ke tempat ini, wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan menakjubkan dari spot yang bernama samudera awan. Pula akan bisa menikmati sunrise dan sunset dari tempat ini.
Tertarik ingin melepaskan penat serta refreshing di tempat ini? Berikut ulasan mengenai lokasi, harga tiket, akses, serta aktivitas yang bisa dilakukan saat berada di Taman Langit Pangalengan.
Taman Langit Pangalengan sendiri beralamat di Kampung Punca Mulya, Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Tempat ini sangat mudah dijangkau oleh mobil ataupun motor.
Harga tiketnya pun terbilang cukup terjangkau, yakni tiket masuk bagi orang dewasa sebesar Rp 10.000, sementara bagi anak usia 7 tahun ke atas akan dikenakan tarif sebesar Rp 5.000.
Adapula tiket Reguler, bagi pengunjung yang ingin sekalian melakukan aktivitas camping di tempat ini, yakni sebesar Rp 25.000.
Jika membawa kendaraan pribadi, ketentuan untuk membayar biaya parkir, bagi pengunjung yang membawa sepeda motor akan dikenakan tarif sebesar Rp 5.000, sementara untuk mobil akan dikenakan tarif parkir sebesar Rp 10.000.
Sebagai tempat yang bernuansa alam terbuka, Taman Langit Pangalengan terbuka selama 24 jam pada setiap harinya alias tidak pernah tutup.
Akses untuk menuju tempat ini adalah, dari Kota Bandung, ambil arah ke Soreang, setelah itu ke Banjaran. Lurus saja, hingga sampai di Pangalengan.
Baca Juga: Dear Wisatawan, Perhatikan Ini jika Mau Berlibur ke Pantai Selatan
Arahkan kendaraan lurus saja, sampai tiba di Situ Cukul. Lalu menemui pertigaan, belok kanan dan ikuti jalan kecil hingga sampai di lokasi. Apabila bingung, bisa menggunakan bantuan navigasi google maps.
Adapun aktivitas yang bisa dilakukan saat berada di Taman Langit Pangalengan adalah sebagai berikut:
1. Menikmati Pemandangan di Taman Langit Pangalengan
Berada di atas ketinggian 1760 mdpl, pengunjung bisa menikmati pemandagan panorama sejauh 360 derajat. Dan tempat ini merupakan spot terbaik untuk menikmati sunrise maupun sunset. Dan tempat ini juga bisa digunakan sebagai tempat camping.
2. Berjalan dan Berfoto di Jembatan Unik di Tengah Kebun Teh
Saat berjalan di jembatan ini, wisatawan akan bisa melihat hamparan kebun teh dengan latar belakang pegunungan. Saat malam hari, jembatan ini akan tampak lebih indah dengan hiasan lampu penerangan yang dipasang sepanjang jembatan.
Berita Terkait
-
Wisata ke Taman Langit Pangalengan, Serasa Berlibur di Atas Awan
-
Dear Wisatawan, Perhatikan Ini jika Mau Berlibur ke Pantai Selatan
-
Melihat Peluang Eco Museum di Kampung Boneka Desa Sayati Bandung
-
Baru Dibuka, Little Tokyo Jogja Jadi Destinasi Wisata dengan Sensasi ala Jepang di Bantul
-
Danau Siran, Surga Kecil nan Cantik Terletak di Kukar yang Mirip Raja Ampat
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Vila di Tengah Sawah Gianyar Jadi Laboratorium Narkoba Mephedrone Bule Rusia
-
Hery Gunardi Paparkan Strategi Perbankan Indonesia Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
-
Langkah Cerdas Keluarga Muda: Hindari Drama Mertua dengan Rumah Impian via BRI KPR
-
Iseng Buka Aplikasi Setelah Bayar Tagihan, Keluarga di Bali Malah Dapat Mobil BYD M6
-
Kenapa Berat Badan Naik Setelah Puasa? 5 Menu Buka Puasa Ini Bikin Kenyang Tanpa Nambah Lemak