SuaraBali.id - Ida Cokorda Pemecutan XI atau Cok Pemecutan yang merupakan Pangelingsir Puri Pemecutan, Denpasar, Bali meninggal dunia pada usia 76 pada Rabu (22/12/2021) pukul 05.00 Wita. Pria yang juga dikenal sebagai politikus Partai Golkar ini mempunyai riwayat penyakit jantung.
Saat ini keluarga besar masih merapatkan kapan waktu dan hari yang baik untuk pelebon atau ngaben jenazah. Hari ini semua keluarga besar akan berkumpul membahasnya.
"Dicarikan hari baik menunggu keputusan keluarga besar dan menunggu kapan upakara atau pelebon," kata dia.
Menantu pertama Ida Tjokorda, Ida Bagus Wesnawa (47) mengatakan sejak Oktober 2021, didiagnosis mengalami sakit. Setalah dicek medis ternyata ada keluhan komplikasi jantung, asam urat, dan kadar gula.
"Akhirnya di sana dilakukan perawatan selama satu bulan di RSUP Sanglah," katanya di rumah duka, Rabu (22/12/2021).
Setelah itu, pertengahan November 2021 dirawat di rumah dengan bantuan dari tim medis RS Sanglah. Kemudian kondisinya sempat membaik.
"Dirawat dengan diagnosis dan pengawasan. Gejala sempat membaik dan bisa bercerita dengan keluarga," katanya.
Hingga akhirnya pada pagi tadi kondisinya menurun dan dinyatakan meninggal dunia. "Tadi pagi ada gangguan jantung dan berpulang," kata dia
Ia menambahkan, almarhum dikenal sebagai sosok seorang pemimpin. Ia selalu berbesan kepada keluarganya untuk bijak dan melihat kebenaran dalam memimpin.
Baca Juga: Ini Saran FBB Terkait Open Border Pariwisata Bali
"Beliau meninggalkan kepada handau taulan, banyak sekali aspek kepemimpinan. Bagiamana kepemimpinan dan melihat kebijakan dan kebenaran. Ini selalu ia pesnakan," kata dia.
Almarhum meninggalkan seorang istri AA Ayu Suryaningsih (70) dan empat orang anak yakni AA Sagung Ratna, AA Ngurah Damar Negara, AA Mas Indah Sari, dan AA Ngurah Khertagama.
Semasa hidup, almarhum aktif di Partai Golkar. Kemudian pernah menjadi Ketua DPRD Badung, DPRD Provinsi, dan MPR RI dari Fraksi ABRI.
Kontributor : Imam Rosidin
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Ajak Masyarakat Stop Beri Stigma Negatif
-
Menuju 131 Tahun, BRI Teguhkan Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat
-
El Nino Menggila hingga 2027, Daerah Mana saja di NTB Bakal Segera Disiram Hujan?