SuaraBali.id - Seorang pendidik di Bali menciptakan sebuah tarian baru untuk siswa PAUD dan TK yang bernama Bebek Putih Jambul. Ia adalah guru besar di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof Dr Ni Made Ruastiti.
Tarian ini merupakan tarian berbasis kearifan lokal untuk anak-anak.
"Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditemukan sebagian besar anak-anak usia dini diberikan seni-seni pertunjukan orang dewasa seperti tari Condong, tari Puspanjali, tari Gopala dan sebagainya," kata Prof Ruastiti di Denpasar, Minggu (20/12/2021) .
Tarian ini diinagurasi pada 17 Desember 2021. Ni Made Ruastiti tergerak untuk melakukan tari ini dan bekerja sama dengan Sanggar Paripurna Bona, Gianyar.
Dari riset yang didanai oleh Kemendikbud Ristek tersebut, kemudian tercipta tari Bebek Putih Jambul yang terinspirasi dari gending rare atau lagu anak yang berjudul Bebek Putih Jambul.
Menurut dia, kata "bebek putih jambul", mengandung arti orang yang berjiwa suci atau simbol orang suci, karena bulu bebek berwarna putih sebagaimana baju orang suci (sulinggih/pendeta Hindu) yang berwarna putih.
"Artinya bahwa bebek putih jambul, dalam hal ini digunakan sebagai nasihat yang ditujukan kepada anak-anak agar mereka menata perilakunya sesuai dengan ajaran-ajaran kerohanian," ujar perempuan kelahiran 22 Maret 1965 itu.
Prof Ruastiti mengungkapkan gerakan-gerakan tari pada tarian juga dibuat sesederhana mungkin agar mudah dipelajari oleh anak-anak.
"Gerakannya terbang, maupun jalan, dan diiringi dengan gamelan. Selain diiringi gamelan, dalam menarikan tarian ini, anak-anak juga menyanyikan lagu Bebek Putih Jambul secara bersama-sama," ucapnya.
Tarian ini pun memiliki durasi tujuh menit dan ditarikan oleh 11 orang penari serta dibuat untuk anak usia 3-6 tahun.
"Saya memang rancang tarian ini untuk materi kelas dan bukan show di panggung. Saya ingin materi ini jadi fondasi kearifan lokal bagi anak-anak usia dini," ucap Kepala Prodi Seni Tari ISI Denpasar ini.
Pihaknya berharap tari ini memberi internalisasi untuk pendidikan dasar dan memberikan penguatan karakter sejak dini.
Sementara dalam hal penyebarluasan tari, akan ia lakukan lewat luring maupun daring. Untuk luring dilaksanakan dari kursus ke kursus, dan bahkan ada rencana untuk membuat lomba dengan peserta siswa TK se-Bali.
Selain itu, juga melalui buku ajar yang memuat teknik serta ragam gerak dari tarian ini.
"Sementara untuk daring, saya sudah mengunggahnya ke YouTube, sehingga anak-anak bisa lebih mudah mempelajarinya," kata guru besar perempuan pertama di ISI Denpasar itu.
Berita Terkait
-
Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
-
Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali
-
Tolak Main di Eredivisie, Striker Bali United Jort van der Sande Menyesal Berkarier di Indonesia?
-
Prabowo Ungkap Penyebab Antrean BBM di Bali, Bukan karena Stok Menipis
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong