SuaraBali.id - Istilah Ajeg Bali yang dilontarkan Gubernur Bali tidak menginstruksikan 2 anak cukup melainkan moto keluarga berkualitas dengan 4 anak. Sehingga moto program dua anak cukup saat ini dianggap tidak berlaku lagi.
Keluarga berkualitas adalah program dimana masyarakat Bali bisa mengatur pernikahan yang ideal serta merencanakan kehamilan dan menjaga jarak kelahiran anak itu sendiri sehingga berkualitas.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih saat berada di Jembrana mengungkapkan. Bahwa sekarang Bali menerapkan sistem Keluarga Berkualitas, dengan program dari Gubernur terkait Ajeg Bali yaitu masyarakat Bali bisa meneruskan mempunyai anak sampai nama Ketut dalam artiannya mempunyai anak 4.
Luh Gede menambahkan, dari umur perempuan tersebut bisa melahirkan sampai umur 35 tahun, adapun jarak idealnya melahirkan 3 sampai 4 tahun. Kalau dijalani dari umur 21 sampai 35 tahun hanya bisa melahirkan 4 anak.
"Kami menerapkan program Keluarga Berkualitas yang sebelumnya Keluarga Berencana (KB). Di sini contoh dari keluarga berkualitas adalah para remaja harus mempunyai rencana untuk berumah tangga yang perempuan minimal berumur 21 tahun dan laki-lakinya berumur 25 tahun," ucapnya.
"Untuk mensukseskan program tersebut, melalui mitra BKKBN, mereka akan mendampingi dan memonitoring calon keluarga, terkait dengan kesehatan reproduksi. Para remaja harus memikirkan kapan mereka bersiap untuk menikah, itu harus ada persiapan," tutupnya.
Berita Terkait
-
Apes, Dipakai Mudik Mobil Daihatsu Xenia Malah Rusak Kena Ledakan Balon Udara
-
Bali United Rebutan Dapat Jordi Amat dengan Raksasa Liga 1 Indonesia?
-
7 Potret Anita Hara Menikah dengan Jeson Siregar di Nusa Dua Bali
-
Bandara Ngurah Rai Tutup Total saat Nyepi 2025: Catat Jadwalnya!
-
Nyepi Tanpa Ogoh-Ogoh? Ini Tradisi Unik yang Wajib Diketahui
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Dulu Turis Langsung ke Gili Trawangan, Kini Senggigi Dibidik: NTB Ubah Strategi Pariwisata
-
Meninggal di AS Saat Nyepi, Mahasiswi Asal Buleleng Ini Sempat Pesan ke Ayah Ibu Agar Tenang
-
Dianggap Rezeki, Nelayan Kuta Panen Ikan Layur, Sekali Melaut Puluhan Kilogram
-
Obat Rindu di Balik Jeruji: Lapas Lombok Barat Sediakan Video Call Gratis untuk Warga Binaan
-
Setelah Lebaran Harga Ayam dan Cabai di Bali Mulai Alami Penurunan