SuaraBali.id - Di saat beberapa daerah di Indonesia lain sudah melakukan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat belum bisa melaksanakannya. Dinas Kesehatan Kota Mataram mengatakan alasannya karena cakupan vaksinasi dosis pertama lansia baru 58,9 persen.
Ini karena ada syarat untuk melakukan vaksinasi Covid-19 untuk anak 6-11 tahun, ada persentase capaian vaksinasi umum yang perlu dipenuhi terlebih dahulu.
"Syarat untuk melaksanakan vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun, adalah capaian dosis pertama vaksinasi umum 70 persen dan dosis pertama vaksin lansia harus di atas 60 persen," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Kamis (16/12/2021).
Sehingga, menurut Usman bulan ini pihaknya akan melakukan percepatan untuk menuntaskan vaksinasi COVID-19 untuk lansia agar target 60 persen dapat tercapai.
"Kita usahakan awal tahun 2022 kegiatan vaksin anak usia 6-11 tahun bisa kita laksanakan," katanya.
Cakupan vaksinasi COVID-19 lansia di Mataram memang relatif lambat, karena dalam proses skrining petugas harus lebih berhati-hati dan teliti menanyakan kondisi kesehatan lansia sebelum divaksin.
"Petugas tidak mau asal vaksin, sebelum mengetahui pasti kondisi kesehatan lansia," ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi NTB per tanggal 15 Desember 2021, mencatat cakupan vaksinasi COVID-19 dosis pertama di Kota Mataram sebesar 101,62 persen atau 320.710 orang dan dosis kedua 75,77 persen atau 239.113 orang.
Sementara sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali sebelumnya menyebutkan, sebanyak 44.248 siswa tingkat sekolah dasar (SD) negeri/swasta se-Kota Mataram, akan menjadi sasaran vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun dan rata-rata merupakan usia anak sekolah tingkat SD.
Jumlah siswa itu, katanya, merupakan data pokok pendidikan (dapodik) pada akhir Juni 2021 dan prinsipnya pihaknya siap dan tidak ada masalah untuk pelaksanana vaksin anak.
Bahkan Disdik mengusulkan vaksinasi dilakukan di sekolah seperti kegiatan vaksinasi anak usia 12 tahun ke atas yang telah sukses dilaksanakan, dengan mendatangkan petugas dari Dinas Kesehatan atau dari TNI/Polri.
"Vaksinasi di sekolah dimaksudkan supaya kegiatan lebih fokus, cepat dan tepat, termasuk untuk pendataan cakupan vaksinasi," katanya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Polisi Ringkus Terduga Pembunuh Mahasiswi NDR, Diduga Pelaku Penusukan Berantai
-
WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Dialihkan Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya
-
PSIM Yogyakarta Datangkan Mantan Bek Timnas Ceko, Ondrej Rudzan
-
KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Lombok Barat, Buntut OTT Lalu Ahmad Zaini
-
Status 3.600 PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI Masih Menggantung, NRK Belum Juga Terbit
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Fakta Baru Kasus Kebakaran Maut Tewaskan Santri di NTB, Polisi Tambah Pasal untuk Tersangka
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
Kejati Periksa Direksi Bank NTB Syariah Terkait Pinjaman PT Carsten
-
Proyek Rumah Sakit di Denpasar Terbakar, 2 Korban Dirawat Intensif
-
Bali Silent Disco Dituding Diskriminasi WNI, Koster: Ternyata Tidak Seperti Diberitakan!