SuaraBali.id - Si jago merah berkobar hebat di sebuah rumah indekos Jalan Segara Wangi nomor 38, Lingkungan Banjar Gede Kedonganan Kuta Selatan, Bali, pada Rabu 15 Desember 2021 sekitar pukul 02.00 WITA. Hal ini pun membuat para penghuni kos ketakutan.
Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Badung juga tampak sibuk memadamkan api tersebut. Diduga pemicunya adalah korsleting listrik.
Sebelum insiden kebakaran itu, para penghuni kamar kos terlihat tidur nyenyak. Namun setelah kebakaran terjadi, mereka kabur keluar kamar dan menyelamatkan barang barang yang bisa diungsikan.
Seorang penghuni kos bernama Mistin (49), perempuan yang tinggal kos di nomor 6 ini terlihat lemas karena shock dan hampir tidak bisa berjalan karena kakinya lemas. Ia mengaku kaget saat diteriaki tetangga adanya kebakaran dan langsung lari karena ketakutan.
"Tetangga teriak bangunkan saya. Saat keluar saya lihat asap sudah tebal dan api membesar. Kami semua panik fokus berusaha menyelamatkan diri, sementara barang-barang ditinggal," ujarnya.
Mistin asal Jember, Jawa Timur itu menyebutkan dugaan api bersumber dari kamar nomor 4. Bahkan di kamar itu sempat terdengar ledakan yang tidak diketahui pasti penyebabnya.
"Saya menduga dari korsleting listrik," ungkapnya.
Dikatakannya, rumah kos itu dihuni oleh 14 orang dewasa dan 4 balita. Beruntung semuanya bisa keluar dan selamat dari kobaran api.
Berselang lama, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Badung tiba di lokasi dan memadamkan api. Si jago merah berhasil dijinakkan sekitar pukul 03.30 WITA.
Nahas kobaran api terlanjur membakar kamar lainnya hingga hangus terbakar.
Saksi Mistin mengatakan dirinya sudah 32 tahun di Bali. Sehingga akibat insiden itu dia bingung mencari tempat tinggal sementara.
Pasalnya semua barang barangnya ludes terbakar. Meski demikian, beruntung ada warga berbaik hati memberikan donasi berupa pakaian yang datang ke lokasi kebakaran.
"Kebanyakan yang tinggal di sini kerja di laut, padahal kami baru kembali dari Jawa abis pulang kampung, dan mencoba untuk bekerja mencari bekicot, tapi belum sampai kejual malamnya malah terbakar, sekarang pikirkan dimana mau tinggal dulu," tandasnya meratapi, sambil memilih baju yang didonasikan.
Terpisah, penghuni kos Ni Wayan Roni, 70, selaku pemilik kos juga tidak mengetahui pemicu kebakaran. Menurutnya, bangunan tersebut terbilang baru karena 10 bulan sebelumnya selesai direnovasi.
Nenek yang juga tinggal di TKP ini masih merasa beruntung bisa selamat dan tempat usaha babi guling miliknya di sebelah barat kos tak terkena.
Berita Terkait
-
Maling Ayam Dikeroyok hingga Tewas, Mengapa Koruptor Tak Diperlakukan Sama?
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan
-
Kebakaran Hanguskan Lima Kios di Pasar Ngemplak Tulungagung, Kerugian Capai Rp70 Juta
-
2 Warga Belanda Dilarang Masuk Indonesia Usai Gelar Event Lari Khusus Bule
-
Presiden Macron Sebut Kebakaran Hutan Eropa Lebih Buruk dari Kondisi Perang Dunia II
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
Kejati Periksa Direksi Bank NTB Syariah Terkait Pinjaman PT Carsten
-
Proyek Rumah Sakit di Denpasar Terbakar, 2 Korban Dirawat Intensif
-
Bali Silent Disco Dituding Diskriminasi WNI, Koster: Ternyata Tidak Seperti Diberitakan!
-
Warga NTB Mulai Krisis Air Bersih