SuaraBali.id - China dikabarkan baru akan membuka akses bagi orang asing tahun depan. Tepatnya pada pertengahan tahun.
Hal ini dilakukan setelah mempelajari kebijakan yang diambil beberapa negara lainnya di Asia. Negara-negara Asia kemungkinan membuka kembali perjalanan internasional tiga bulan ke depan, sedangkan China yang lebih berhati-hati diperkirakan baru buka pada pertengahan tahun depan setelah mempelajari pengalaman negara lain.
Demikian disampaikan oleh CEO Ctrip, Liang Jianzhang, dikutip media setempat, Sabtu (11/12/2021).
Pemiik platform daring penyedia jasa paket perjalanan terbesar di China itu juga khawatir menantikan implementasi kesepakatan bebas karantina China-Hong Kong. Ia menyebutkan pasar penerbangan di Eropa sudah pulih 70 persen dibandingkan dengan situasi sebelum pandemi COVID-19.
Ia memprediksi pasar penerbangan di Eropa akan sama dengan situasi 2019 pada libur musim panas 2022.
Tingkat keterisian pesawat di Amerika Serikat pada Oktober saja sudah mencapai 80 persen, demikian Liang yang mengaku telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk melakukan traveling dan bertemu pemangku industri pariwisata di AS, Inggris, Australia, Spanyol, dan Portugal.
"Mereka sangat menantikan kembalinya turis Asia, terutama dari China," ujarnya.
Menurut dia, dunia global sedang menunggu China untuk membuka kembali pintu perbatasannya di tengah beberapa negara lain sudah membuka kembali perbatasannya meskipun pandemi sedang meningkat dan kasus baru terus bermunculan.
Otoritas China sendiri menyatakan bahwa pihaknya telah menerapkan kebijakan nol kasus COVID-19 dengan terus melakukan pencegahan kasus impor untuk melindungi warganya. Namun kebijakan tersebut tetap akan menyesuaikan situasi global.
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CCDC) Gao Fu mengatakan bahwa kebijakan nol kasus COVID tersebut setidaknya akan berlaku hingga akhir musim semi 2022.
Dalam beberapa tahun sebelum pandemi, China memberikan kontribusi yang sangat signifikan pada dunia pariwisata global. Indonesia juga mendapatkan limpahan turis asing terbanyak dari China. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Australia Tersingkir, Kreator yang Nyinyir Timnas Indonesia U-20 Jadi Sasaran Netizen
-
Dibuat Malu Timnas Indonesia U-20, PSSI-nya Australia Ngamuk: Kami Di Bawah Standar
-
Timnas Indonesia U-20 Lolos Piala Asia 2027, Nova Arianto Bongkar Agenda 6 Bulan ke Depan
-
Sinopsis The Early Spring, Drama Romantis Terbaru Jing Bo Ran dan Sun Qian
-
Juara Bertahan Australia Ditekuk, Welber Jardim Beri Jawaban Telak untuk Mereka yang Meragukan
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat
-
Niat Nikahin Anak, Pria di Bali Malah Gasak Sertifikat Tanah dan BPKB Calon Mertua Senilai Rp83 Juta
-
13 Ribu Penumpang Terdampak Pembatalan Penerbangan di Bandara Bali
-
Pecah Kepadatan Jawa-Bali, ASDP Kerahkan Kapal Jumbo Jatra I dan Portlink 0
-
42 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali Batal