SuaraBali.id - BMKG minta masyarakat waspadai peningkatan cuaca ekstrem di bulan Januari – Februari 2021. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal terutama kondisi cuaca dan pengaruh La Nina.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan Adanya banjir rob yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia belakangan ini membuat masyarakat harus semakin waspada.
"Ada pengaruh dari monsun Asia yang mengakibatkan curah hujan semakin meningkat, kondisi ekstrim semakin meningkat," ujar Dwikorita dalam jumpa pers, Rabu (8/12/2021).
Selain itu menurut BMKG terdeteksi adanya pola sirkulasi siklonik dan seruakan dingin yang aktif di laut Cina Selatan. Sehingga memberikan dampak signifikan pada peningkatan tinggi gelombang dapat mencapai 4 sampai 6 meter di wilayah perairan Natuna.
"Selain itu kondisi kecepatan angin signifikan, berkisar 25 hingga 30 kno/km dikalikan 1,8 sehingga berkisar antara 40 an, 40 KM per jam hingga berkisar antara 50an km per jam," ujarnya.
Dwikorita melanjutkan kondisi tersebut menyebabkan gelombang tinggi hingga mencapai 4 sampai 6 meter. Kecepatan angin yang signifikan terpantau di samudra Pasifik timur Filipina kata Dwikorita, juga memberikan dampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di wilayah utara Indonesia bagian timur.
"Tinggi gelombang yang mencapai 4 hingga 6 meter, terutama di wilayah utara Indonesia bagian timur misalnya di Utara Papua ataupun Papua barat ," kata dia.
Selain kondisi cuaca yang terkait dengan gelombang dan angin juga bersamaan dengan fase bulan baru dan kondisi Perigee. Yaitu kondisi di mana posisi posisi bulan itu, berada pada jarak terdekat dengan planet bumi. Hal tersebut menyebabkan ketinggian pasang air laut dapat berpotensi banjir rob.
"Sehingga gravitasi bulan terhadap permukaan air di samudra, di laut menjadi semakin meningkat, yang berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut yaitu pasang air laut maksimum, yang dapat berpotensi besar mengakibatkan banjir pesisir atau rob," kata dia.
Kondisi tersebut kata Dwikorita, berpotensi terjadi kembali pada 18 hingga 22 Desember 2021 akibat adanya fenomena fase bulan purnama.
"Yang bulan purnama itu akan terulang lagi pada tanggal 18 hingga 22 Desember," kata dia.
Sementara beberapa wilayah juga disebut berpotensi terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang lebih signifikan dan potensi banjir pesisir dalam durasi 8 hingga 10 Desember 2021.
Wilayahnya yakni Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Sumatera, Daerah khusus Ibu kota Jakarta, Jawa barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Lalu Kalimantan barat Kalimantan Selatan, Kalimantan timur, Sulawesi barat, Sulawesi Utara, Gorontalo Ternate, dan Halmahera Papua barat dan Papua.
"Khusus untuk Papua Barat itu adalah Papua Barat bagian utara dan Papua adalah Papua bagian utara yang berhadapan langsung dengan samudra Pasifik," ucap Dwikorita.
Karena itu ia mengimbau masyarakat untuk waspada terkait potensi peningkatan banjir pesisir.
Berita Terkait
-
Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak
-
Jakarta Kena Imbas Erupsi Anak Krakatau, Gubernur Pramono Minta Warga Waspada
-
Menyebar ke Jabar dan Bengkulu, BMKG Ungkap 2 Klaster Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau
-
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
Gubernur Koster Tegas: Jangan Biarkan AI Hapus Kecerdasan Budaya Bali
-
Tiba di Lombok, Putri Mahkota Swedia Langsung Disuguhi Minuman Racikan 11 Rempah
-
Penyebab Antrean Belasan Kilometer di Pelabuhan Ketapang Terungkap
-
Spesial bagi Nasabah, BRI Hadirkan Promo Menarik di Hari Pelanggan Nasional 2026
-
Air PDAM Mati Saat Kebakaran Pura di Klungkung, Warga Lakukan Aksi Dramatis Padamkan Api