SuaraBali.id - Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket jajaki kerjasama untuk menggerakkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi Bali yang terdampak COVID-19. Menurut Vincent Piket saat kegiatan Pertemuan Perdagangan dan Investasi di Denpasar, Senin (29/11/2021) Bali memiliki potensi dagang dan investasi yang besar.
Namun ia memandang potensi itu belum tergali sehingga menawarkan banyak ruang untuk tumbuh. Uni Eropa di Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan RI, Kamar Dagang Eropa di Indonesia (EuroCham) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) melakukan kegiatan itu merupakan rangkaian roadshow ke sejumlah kota besar.
Hal ini dilakikan guna mempromosikan perdagangan dan investasi. Selain itu juga potensi perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA) dan membahas peluang perdagangan dan investasi bilateral dengan para pemangku kepentingan di wilayah Provinsi Bali.
Dubes Vincent Piket menjelaskan, CEPA UE-Indonesia akan membantu meningkatkan perdagangan dan investasi serta berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.
Terkait IEU-CEPA tersebut, menurutnya perundingan putaran ke-11 telah dilaksanakan awal bulan ini. Ada kemajuan tetapi masih banyak yang harus dilakukan. Uni Eropa maupun Indonesia berharap perundingan IEU-CEPA dapat tuntas sesegera mungkin.
"Satu studi oleh Bank Dunia menunjukkan bahwa, setelah diberlakukan dan diterapkan, CEPA akan membawa pertumbuhan PDB 2,1 persen untuk Indonesia pada tahun 2032. Ini berarti lima miliar euro tahun demi tahun," ungkapnya.
Pada kesempatan ini juga dilakukan talkshow yang membahas kemitraan investasi dan perdagangan berkelanjutan antara EU dan Indonesia.
Kegiatan itu mengetengahkan besarnya potensi investasi di Provinsi Bali. Permintaan terhadap manufaktur, pertanian, furniture, dan produk lain di Uni Eropa diperkirakan akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan didorong oleh pemulihan pasca pandemi.
Dengan basis pelanggan yang besar dan berdaya beli tinggi, Uni Eropa merupakan pilihan yang menarik bagi Bali untuk memperluas dan mendiversifikasi pasar ekspornya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Trik Agar Perusahaan Irit Investasi Alat Berat
-
Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000
-
Pendapatan Tembus USD122 Juta, Ekspansi Infrastruktur Kerek Kinerja Positif CDIA
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo