SuaraBali.id - Wayan seorang anak yang gemar bermain wayang. Ia memiliki wayang plastik yang begitu disayanginya: Bhatari Sri.
Namun oleh suatu sebab, wayang itu hanyut dan tenggelam. Bhatari Sri hilang!
Putu, kakak Wayan dan sahabatnya, Ketut, berusaha menghiburnya, menemani Wayan mencari wayangnya yang hilang.
Kisah pun bermula. Tapi benarkah Bhatari Sri hilang?
Ataukah Ia hanya bersembunyi di balik keterbatasan pengetahuan manusia?
Itulah bagian cerita dari Bhatari Shri : Subak dan Jejak-jejak Kemuliaan. Ini adalah sebuah film tentang kebudayaan masyarakat Bali diproduksi oleh para seniman Bali berjudul Film ini diproduksi Kitapoleng pada 2021.
Film ini berangkat dari sosio kultural masyarakat Bali salah satunya pertanian sistem subak yang didukung oleh koreografer Jasmine Okubo, komposer Peny Chandra Rini dan Putu Septa, serta diperkuat oleh Ayu Laksmi, Cok Sawitri, Alien Child, Arya Wirawan, Apel Hendrawan, Narend, Nanta, Dewi, dan lain-lain.
Begitu banyak kearifan Bali yang diangkat dengan titik berangkat subak ini, sebagai bentuk penghormatan terhadap alam Bali yang melahirkan budaya adiluhung. Dalam film ini bisa ditemukan, bagaiman penghormatan masyarakat Bali terhadap lingkungan.
Termasuk penghormatan terhadap Bhatari Sri yang telah memberikan kelimpahan, bagaimana pakaian tradisional Bali hadir sebagai sebuah karakter atau identitas, juga mengenai Asta Kosala Kosali yang mengatur tata bangunan di Bali, dimana seluruhnya berkaitan dengan Dewata Nawa Sanga.
Bhatari Sri menjadi kunci dalam film ini. Sutradara I Gusti Dibal mengatakan, Bhatari Sri hadir sebagai spirit juga karakter wayang yang mengikat dramatik film.
“Kami mengambil latar beberapa lokasi di Bali yang tidak semata-mata indah secara visual, tetapi juga memiliki sejarah kuat yang mempengaruhi kultur masyarakatnya. Selain itu, film ini juga diramu dengan memadukan kekuatan visual, tari, musik, dan narasi untuk menciptakan kemasan yang tak hanya menarik, tetapi juga mengandung informasi dan pesan mendalam yang dikreasikan secara artistik dan direspon menggunakan media baru,” jelasnya.
Di Bali, sesungguhnya subak tak hanya sekedar sistem pengairan saja, di dalamnya ada konsep keadilan. Subak telah menjadi organisasi demokratis dimana para petani yang memanfaatkan sumber air yang sama, bertemu secara teratur untuk bermusyawarah dan mengkoordinasikan penanaman, mengontrol distribusi air irigasi, merencanakan pembangunan, pemeliharaan kanal dan bendungan, serta mengatur upacara persembahan dan perayaan di Pura Subak.
Subak sendiri dalam Prasasti Raja Purana (Tahun 994 Saka/1072 Masehi) tertulis kata kasuwakara yang diduga berasal dari kata suwak. Kata inilah yang kemudian berkembang menjadi subak.
Secara etimologi, kata suwak sendiri terdiri dari dua suku kata yaitu “su” yang berarti baik dan “wak” yang memiliki arti pembicaraan. Sehingga suwak atau subak sendiri bisa diartikan sebagai melakukan pembicaraan dengan niat baik untuk kepentingan bersama.
Spirit yang dikandung dalam subak tentu tak lepas dari spirit Tri Hita Karana, sebuah falsafah hidup mengenai harmonisasi kita dengan sesama manusia, lingkungan dan Tuhan.
Berita Terkait
-
Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun
-
Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila
-
Mabuk Arak Bali, Dikira Begal! Kakak Adik di Bekasi Dipukuli Warga Sambil Pelukan
-
Saat Sampah Plastik Disulap Jadi BBM, Upaya Desa Cepaka Atasi Limbah Sulit Didaur Ulang
-
Hadiri Miss Equality World, Arya Wedakarna Dipanggil Badan Kehormatan DPD
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri
-
Sungai-sungai di Mataram Berubah Jadi 'Lautan Sampah' Saat Kemarau
-
DPLK BRI Kantongi Kehati ESG Award 2026 Berkat Konsistensi Terapkan Prinsip ESG