SuaraBali.id - Sirkuit Mandalika tak pernah kehabisan cerita. Setelah cerita Amaq Bengkok yang asyik menanam kedelai saat pebalap mengaspal di lintasan, atau warga yang membuka warung di dalam kawasan sirkuit yang omsetnya menggiurkan jadi cerita hangat di tengah balapan.
Kini, ada cerita Ibu Asma. Seorang Ibu hamil yang tertangkap kamera sedang khusyuk menonton balapan di bawah pohon kelapa. Pohon kelapa tersebut tepat berada di depan rumahnya yang masih dekat dengan lintasan sirkuit.
Ibu Asma adalah salah satu dari 48 Kepala Keluarga (KK) yang masih menetap di dalam kawasan Sirkuit Mandalika. Ia memilih tetap tinggal sebab ganti rugi pembebasan lahan miliknya belum juga dibayarkan.
Ia menonton balapan karena rasa penasaran. Suara mesin motor pebalap yang bising menggerakkan ia untuk menyaksikan langsung.
Aksesnya ke lintasan sangat dekat. Cukup berjalan sekitar 20 meter, ia sudah dapat menyaksikan para pebalap saling salip.
“Sebenarnya tidak mengerti, tapi karena penasaran, yang penting liat motor lewat,” katanya.
Ibu Asma terlihat menonton sendirian. Suaminya tidak menemani karena sedang bekerja.
Terlihat sebuah gelang melingkar di tangan kirinya. Itu adalah gelang yang diberikan ITDC bagi warga lokal yang masih menetap di dalam kawasan Sirkuit Mandalika.
“Gelang ini dikasi ITDC untuk warga, biar bisa keluar masuk,” sebut Asmawati.
Baca Juga: Sensasi Nonton Balapan Pertama di Mandalika, Seperti Bukan di Indonesia
Usia kandungannya kini sudah 8 bulan, sebentar lagi akan menunggu persalinan.
Di saat yang sama, ganti rugi tanahnya belum juga selesai. Padahal menurutnya, ia sebetulnya telah legowo, sudah siap pindah.
Ia bahkan sudah berencana akan pindah ke Desa Sengkol, lokasi yang tidak jauh dari kawasan Mandalika.
“Saya dan suami akan beliin tanah dan bangun rumah di sana, tapi nanti setelah kita dikasi uang ganti rugi,” ujarnya.
Kontributor: Lalu Muhamad Helmi Akbar
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa
-
5 Warga Tersangka Pembunuhan Pria Diduga Curi Ayam di Tabanan
-
Ayah Korban Pengeroyokan Usai Dituduh Curi Ayam Tinggalkan Tiga Anak
-
Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai
-
Guru SD di Buleleng Diduga Cabuli Murid, Polisi Lakukan Penyelidikan