SuaraBali.id - Karma Beach Bali akhirnya buka suara perihal kasus kebakaran yang terjadi pada Sabtu (13/11/2021) malam. Saat ini Karma Beach ditutup sementara dan penyebab kebakaran di beach club yang terletak di Ungasan, Kuta Selatan, Bali itu masih diselidiki.
"Sekitar pukul 11 malam, kebakaran terjadi di Pantai Karma Bali, dan kami sedang menyelidiki penyebabnya. Karma Beach Bali ditutup saat ini," kata Chairman & Founder Karma Group John Spence dalam keterangan tertulis, Selasa (16/11/2021).
Ia mengatakan saat kejadian Karma Beach sedang sehingga tak ada karyawan atau staf maupun tamu. Ia bersyukur tak ada korban luka dan jiwa dalam kejadian ini.
Menurutnya saat kejadian, sejumlah staf, pecalang, dan pemadam kebakaran setempat melakukan upaya pemadaman. Namun api tidak dapat dipadamkan dan menghancurkan semua bangunan.
Saat ini Karma Beach Bali ditutup sementara. Ia memastikan trem atau lift untuk mengangkut tamu aman dan tak terpengaruh dengan adanya kebakaran.
Dalam waktu dekat untuk libur Natal dan Tahun Baru, pihaknya akan memanfaatkan sisa pantai dan bangunan yang ada seperti area Tiki Hut, BBQ, serta paviliun Spa dan Yoga, untuk tamu yang hadir.
Sementara ke depan, pihaknya akan mendesain ulang dan membangun kembali Karma Beach Bali.
Ia memastikan tidak ada bagian lain dari Karma Kandara yang terpengaruh seeprti vila serta layanan di Mare Restaurant, Temple Lounge, Karma Spa, gym, dan yang lain masih beroperasi penuh.
Fasilitas itu tidak rusak dan resort tetap buka dan berfungsi sepenuhnya.
"Yakinlah bahwa kami akan melupakan insiden yang sangat disayangkan ini dan Karma Beach Bali akan hadir kembali lebih baik dari sebelumnya," kata dia.
Sayangnya, pihak manajemen belum merespons terkait bagaimana keamanan bangunan dan perizinannya.
Sebelumnya diberitakan, Karma Kandara Private Beach di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, mengalami kebakaran, Sabtu (13/11/2021) malam.
Pemadam Kebakaran Badung menyebut akses bangunan menyulitkan saat pemadaman api. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara mempertanyakan izin bangunan Karma Kandara Private Beach yang terbakar.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung (DPMPTSP) Badung, terkait perizinan bangunan tersebut.
Berita Terkait
-
Jejak Angelo Pandeli: Pentolan Hells Angels yang Diburu Dunia Ditangkap di Bali
-
Bek Real Madrid Dean Huijsen Berlatih di TC Bali United Bareng Pemain Keturunan Indonesia
-
Pembangunan Sekolah Rakyat di Bali Dikebut, Gus Ipul Tekankan Akselerasi
-
Tak Masuk Skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026, Bintang Real Madrid Ini Liburan ke Indonesia
-
Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Wisatawan Austria di Balik Megahnya Pawai Pembukaan PKB 2026: 'Saya Tidak Peduli Panas!'
-
Kronologi Lengkap Bentrok TNI-Brimob di Labuan Bajo: Berawal Acara Syukuran, Berujung Penikaman
-
Pesta Kesenian Bali 2026 Dibuka: Ribuan Wisatawan Tumpah Ruah Saksikan 'Atma Kerthi'
-
Setoran Parkir Cuma Rp8 Ribu per Titik, Kejari Lombok Tengah Endus 'Kebocoran' PAD
-
BRI Siapkan Buyback Saham Rp500 Miliar di Tengah Fluktuasi Pasar