Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Senin, 15 November 2021 | 18:41 WIB
Ilustrasi - Ngelawang Barong Bangkung. [Foto :beritabali.com]

Namun demikian, Made Aryasa sangat mendukung berbagai kegiatan positif bidang Seni Budaya dan mengisi waktu luang saar liburan hari raya sekaligus sebagai bagian pelestarian Budaya Bali seperti Barong Ngelawang ini.

"Yang penting diingatkan dengan tegas agar mengajak pendamping dan pengawas yg dewasa untuk menjamin keamanan dan keselamatan Anak dan kegiatannya," pintanya.

Buat orang tua dan masyarakat khususnya pejabat dan petugas keamanan tingkat banjar dan desa adat, Aryasa menghimbau agar ikut memberikan pengawasan dan keamanan untuk kegiatan anak-anak seperti ini agar tidak terulang lagi kejadian yang sama atau bahkan ada potensi bentuk kekerasan lainnya seperti ada anak-anak yang minum mabuk dan berkelahi.

Seperti diketahui, orban yang masih bersekolah di kelas IX SMPN 3 Gianyar ini ditabrak pengendara sepeda motor yang melaju dari arah utara ke selatan.

Baca Juga: Tertabrak Motor Knalpot Brong, Bocah 12 Tahun Meninggal Saat Ngelawang Barong Bangkung

Kronologi kejadian ini bermula saat korban dan belasan anak-anak sekaa Ngelawang berjalan di pinggir sebelah kiri. Sedangkan korban yang akrab disapa Cuming ini posisinya paling belakang.

Setelah ditabrak, korban sempat terseret beberapa meter di aspal. Bocah malang tersebut diperkirakan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan cedera kepala berat.

Sedangkan Pemotor yang belum diketahui identitasnya ini kondisinya kritis dan masih menjalani perawatan di rumah sakit terdekat.

Load More