SuaraBali.id - Pada gelaran turnamen Indonesia Badminton Festival (IBF) 2021 di Nusa Dua Bali pada 16 November sampai 5 Desember 2021, Tim ganda campuran bulutangkis Indonesia menargetkan satu gelar juara dari 3 turnamen.
Pelatih ganda campuran Pelatnas PBSI Nova Widianto pun menaruh harapan tinggi pada anak didiknya meskipun sektor yang diasuhnya ini belum bisa tampil memuaskan di turnamen Eropa.
"Hasil di Eropa memang kurang bagus, tapi kita sebagai tuan rumah harus mengusahakan bisa ambil satu gelar juara di turnamen Bali," kata Coach Nova saat ditemui di Bali, Minggu.
Persaingan di IBF 2021 diprediksi akan sulit karena ketahanan pemain yang sudah berkurang setelah melakoni laga panjang di Eropa. Untuk saat ini tim pelatih hanya fokus pada upaya menjaga kebugaran dan mental atlet.
Padatnya jadwal pertandingan di semester kedua tahun 2021 dipandang menjadi alasan sejumlah atlet bermain kurang matang. Menanggapi hal ini, Nova secara tegas menepis pandangan tersebut dan sudah meminta atlet untuk menjaga disiplin selama jadwal turnamen.
Masalah stamina yang mengendur hingga jetlag adalah tantangan klasik yang dihadapi atlet jika berlaga di luar negeri dalam waktu lama. Oleh sebab itu atlet harus punya kemampuan untuk mengatur kondisi badannya, tidak hanya menyiapkan teknik dan latihan untuk pertandingan.
"Ini tantangan yang harus diatasi juga, mau tidak mau walaupun berat. Semua pemain pasti juga merasakan beban, tidak hanya di badan tapi juga mental. Pasti jenuh di Eropa. Tapi kan harus ikut main, jadi tidak bisa jadi alasan mereka jadi menurun," Nova menegaskan.
Bermain sebagai tuan rumah secara bersamaan membawa semangat dan beban tersendiri bagi tim. Menyikapi ini, Nova berharap atletnya bisa bermain maksimal dan tidak perlu memikirkan hasil dari Eropa.
Dengan bermain di dalam negeri, mental atlet diharapkan semakin meningkat dan jangan sampai menjadi beban yang membuat penampilannya memburuk.
"Meski berat tapi harus optimistis, kita tuan rumah dan anak-anak harus tahu itu. kami harus juara di sini, tidak usah memikirkan kemarin hasilnya bagaimana, yang penting ke depan bagus aja," pungkasnya. ANTARA
Berita Terkait
-
Bali Dijual untuk Dunia, tetapi Semakin Sulit Dijangkau Orang Lokal
-
500 Tukik Penyu Kembali ke Laut, Wisata Konservasi Bali Makin Diminati
-
Maling Ayam Dikeroyok hingga Tewas, Mengapa Koruptor Tak Diperlakukan Sama?
-
2 Warga Belanda Dilarang Masuk Indonesia Usai Gelar Event Lari Khusus Bule
-
Komisi XIII DPR Kecam Keroyok Massa di Bali: Desak Penegakan Hukum & Pendampingan Trauma Anak Korban
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Melihat Budidaya Kakao Jembrana, Emas Cokelat Yang Memikat Pasar Jepang Dan Eropa
-
WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas
-
Alasan Polisi Tambah Pasal Pidana pada Kasus Santri Terbakar
-
Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Pencabulan Siswi
-
Transformasi BRIvolution Reignite Melaju Pesat, Perkuat Kontribusi Danantara bagi Perekonomian