SuaraBali.id - Menjelang hari raya Galungan pada (10/11/2021) umat Hindu di Bali kini mulai mempersiapkan segala hal untuk upacara atau persembahyangan di rangkaian hari suci Galungan. Persiapan tersebut diantaranya adalah Penjor.
Namun demikian, Penjor umumnya dipasang saat hari penampahan atau sehari sebelum Galungan. Pada saat itu masyarakat biasanya nampah atau memotong hewan salah satunya untuk digunakan ngelawar.
Namun demikian, saat ini banyak orang yang memasang penjor sebelum penampahan Galungan. Alasannya adalah kesibukan saat penampahan dan tidak sempat membuat penjor ataupun karena terbatasnya tenaga untuk membuat penjor ini.
Lalu mengapa penjor seharusnya dipasang saat penampahan Galungan?
Menurut Wakil Ketua PHDI Bali, Pinandita Ketut Pasek Swastika, penjor atau pering selonjor dibuat dengan satu batang bambu utuh yg masih ada tiga cabang.
"Itu dihias sedemikian rupa dengan keraras atau daun pisang kering, plawa, ada bun atau tumbuhan merambat, kolong-kolong yang terbuat dari janur berbentuk lingkaran, dilengkapi dengan pala bungkah, pala gantung, jaja gina, jaja uli, pisang, 2 butir kelapa dan buah," seperti dilansir beritabali.com - Jaringan Suara.com Minggu (23/12/2018) sore.
Selain itu berisi juga kain (kasa) putih kuning, berhiaskan sampian penjor.
Penjor Galungan ini dipasang saat penampahan Galungan, dikarenakan saat penampahan umat Hindu niyasa kebaikan yang tertanam dalam diri dan keburukan 'dihias' agar menjadi kebaikan.
"Bambu yang lurus niyasa kebaikan dan bagian yang melengkung niyasa keburukan dihias dengan hal yang baik untuk menjadi kebaikan," imbuhnya.
Sementara itu, menurut Dosen Bahasa Bali Unud, Putu Eka Guna Yasa, penjor ini merupakan lambang Bhatara Mahadewa yang berstana di Gunung Agung atau Bhatara Siwa.
Dalam membuat penjor, adapun sarananya yaitu pala bungkah atau segala jenis umbi-umbian, pala gantung segala jenis yang tergantung seperti buah-buahan, palawija atau biji-bijian, bambu, kasa putih kuning, lamak.
Penjor tersebut ditancapkan di depan pintu masuk saat penampahan sore agar esoknya saat Galungan masih dalam keadaan segar.
"Kenapa perlu kesegaran, karena kita meyakini leluhur datang ke pemerajan dan itu merupakan bentuk penghormatan secara sekala dan alangkah bagusnya warna kuning dan pitih dari janur dan ambu. Selain itu penjor ini juga berkaitan dengan upacara Dewa Yadnya sehingga apa yang dipersembahkan harus segar," kata Guna.
Selain itu, Guna juga mengatakan makna ambu atau busung yang digunakan dalam penjor dikarenakan warna putih dari ambu dan kuning dari janur agar ada warna galang (terang) saat merayakan kemenangan darma melawan adharma.
Selain itu, ambu yang berwarna putih juga dijadikan sebagai sarana pengingat dahulu oleh Sang Rama saat membedakan antara Subali dan Sugriwa dan dipasang pada ekornya sehingga bisa pula ditafsirkan bahwa ambu ini digunakan sebagai simbul kebenaran karena dengan pasti Rama bisa memanah Subali yang dianggap salah memerangi adiknya sendiri yaitu Sugriwa.
Berita Terkait
-
Transfer BRI Super League: Persis Solo Resmi Datangkan Yabes Roni
-
Yusuf Meilana Gabung Bali United, Amunisi Baru Pertahanan untuk Putaran Kedua Super League
-
Imbas Cuaca Ekstrem, Pantai Kuta Bali Dibanjiri Sampah
-
3 Rekomendasi Hotel Bintang 5 di Bali dengan Fasilitas Lengkap
-
Nge-Jokes 1+1=2 yang Viral, Akun Bali United Kena Sentil: Gak Ada Kerjaan Ya?
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
5 Fakta Terbaru Penanganan Kejahatan Turis Asing di Pulau Dewata
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas IX Halaman 110 Kurikulum Merdeka: Hati-Hati Tukang Tipu!
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas VII Halaman 98 Kurikulum Merdeka: Membuat Sorbet Buah
-
Kunci Jawaban Informatika Kelas X Halaman 22 Kurikulum Merdeka : Data, Informasi dan Validasi
-
Jadi Idola Gen Z, Ini Kelebihan Macbook Dibanding Laptop Lain