SuaraBali.id - Seorang pria Bali bernama Made Janur Yasa masuk nominasi Top 10 CNN Heroes of the year. Ia merupakan satu-satunya orang Indonesia dari Pulau Dewata yang masuk nominasi bergengsi ini.
Tak hanya masuk Top 10 CNN Heroes, Made Janur Yasa juga viral di twitter sampai hari ini, Selasa (2/11/2021). Sebuah akun twitter bernama @rebornblessing mengunggah foto Made Janur Yasa disertai ajakan untuk memberikan votes atau suara agar ia terplih menjadi pemenang.
Menurut pengunggah, bila menang, hasilnya akan digunakan untuk memperluas gerakannya bukan hanya di Bali, tapi sampai luar Bali.
Award ini didapatkan Made Janur Yasa atas perannya dalam aksi tukar plastik atau plastic exchange yang dilakukannya bersama komunitas peduli lingkungan dalam program Eduaksi atau edu-aksi bersama. Pria asal Tabanan ini mendapatkan nominasi karena dianggap berperan membantu dan mengedukasi masyarakat desa untuk menukarkan sampah plastik dengan beras.
Aksi yang dilakukannya ini sangat terasa saat pandemi covid-19 menyerang, dimana ratusan ribu masyarakat di Bali kehilangan pekerjaan. Mereka pun akhirnya kembali ke desanya masing-masing.
Dengan banyaknya orang yang kembali ke desa, maka sampah semakin menumpuk. Selain itu karena kehilangan pekerjaan mereka juga tak punya penghasilan hingga kelaparan.
"Saya harus berpikir, di dalam tantangan ada peluang," katanya seperti diberitakan CNN pada (27/10/2021). Ia pun memulai program dimana penduduk desa setempat dapat menukarkan sampah plastiknya dengan beras melalui sistem barter.
Tak hanya bermanfaat bagi lingkungan, sistem barter ini juga memberdayakan masyarakat setempat. Pada Mei 2020, ia menjadi tuan rumah aksi tukar sampah plastik dengan bahan makanan pokok pertama di desa tempat ia lahir dan dibesarkan.
Kegiatan itu berjalan sukses dan konsep itu dengan cepat menyebar ke desa-desa lain di Bali. Atas inisiatif proyek nirlabanya ini, lahirlah program plastic exchange.
Komentar Warganet
Atas viralnya sosok pemilik restoran vegan di Ubud, Bali ini warganet pun banyak yang ikut melakukan aksi vote kepada Made Janur Yasa.
“Udah vote 10 poin. Keren juga ya idenya. Kalo ada yg bisa nerapin di daerah² rural d Indonesia bagus nih. Gak melulu dijual ke penampung rongsokan,” ucap seorang warganet.
“semoga terpilih ya bli,” ujar warganet lain.
“Sudah, semoga bisa diterapkan lebih luas. Semoga dihargai pemerintah lebih luas,” ucap warganet.
Anda juga ingin memberikan vote? Bisa dilihat di sini.
Berita Terkait
-
Bagaimana Kebijakan di Bali, Jika Takbiran Lebaran dan Nyepi Berbarengan?
-
Viral 2 Pengunjung PIM Rebutan Lahan Parkir, Akun IG Pelaku Menghilang?
-
Tragedi Gilimanuk: Saat Mudik Berubah Jadi Perjuangan Bertahan Hidup
-
Tak Terima Ditagih Rp768 Juta, Pasutri Pedagang Ayam Ngamuk di Kantor Pajak
-
Dituding Lecehkan Penumpang di KRL, Dosen Unpam Lapor Balik atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
Terkini
-
Strategi Pemkot Mataram Agar Parade Ogoh-ogoh dan Takbiran Tidak Saling Ganggu
-
5 Dampak Nyepi yang Bikin Langit Bali Bersih Total Penuh Bintang
-
Di Bulan Penuh Berkah, BRI Santuni 8.500 Anak Indonesia dan Tegaskan Komitmen Peduli Negeri
-
Penyebab Antrean Puluhan Kilometer Menuju Pelabuhan Gilimanuk Jelang Nyepi
-
Horor! Antrean Kendaraan 30 KM Menuju Pelabuhan Gilimanuk, 16 Warga Pingsan