SuaraBali.id - Pemerintah Kota Denpasar meminta pandemi covid-19 jangan dijadikan alasan memberikan toleransi bila terjadi pelanggaran tata tertib. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana saat rapat dengan instansi terkait di Denpasar, Senin (1/10/2021).
Menurutnya, perlu dilakukan penekanan terkait penanganan masalah penyakit sosial, seperti pengamen, gelandangan dan pengemis, semakin marak di seputaran jalan Kota Denpasar, Bali.
Hal ini tentunya mengganggu kenyamanan dan aktivitas warga.
"Satpol PP dan dinas sosial diharapkan berkolaborasi menertibkan dengan tegas, tetapi humanis kepada pengamen dan gepeng di seputaran Kota Denpasar," ujar Alit Wiradana.
Untuk diketahui belakangan ini keberadaan pengamen dan gepeng semakin banyak yang beroperasi di sejumlah perempatan jalan di Kota Denpasar.
"Jangan semua karena alasan pandemi COVID-19 semua pelanggaran ditoleransi. Kalau ada pelanggaran harus ditertibkan, tetapi dengan cara-cara yang lebih humanis," katanya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau waspada bencana alam karena belakangan ini curah hujan makin tinggi, oleh karena itu Pemerintah Kota Denpasar meminta masyarakat mewaspadai terjadinya cuaca ekstrem menjelang akhir tahun 2021.
Ia mengatakan memasuki musim hujan sangat berpotensi terjadi angin kencang dan cuaca buruk dalam rentan waktu Bulan November hingga Februari 2022. Alit Wiradana meminta kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk bersiaga dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam.
"Saya minta kepada pimpinan OPD yang terkait dengan penanganan bencana, seperti badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), dinas lingkungan hidup dan kebersihan (DLHK), PUPR, dinas kesehatan, dinas sosial agar siap siaga," kata Alit Wiradana.
Ia mengatakan kegiatan pemantauan agar terpusat pada titik-titik luapan air yang berpotensi banjir dan juga pohon-pohon besar yang rawan tumbang tertiup angin kencang serta menyediakan pos-pos pelayananan penanggulangan bencana untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Alit Wiradana juga mengajak desa dan kelurahan serta masyarakat untuk bergerak bersama dalam menjaga kebersihan sungai guna mengantisipasi bencana banjir di daerah masing-masing. (ANTARA)
Berita Terkait
-
BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Bongkahan Es 20 Cm yang Timpa Rumah di Bantul
-
Popularitas Kuliner Bali Mendunia, Ikan Tilapia Ini Berpeluang Jadi Menu Andalan Restoran
-
Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain
-
Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya
-
Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional
-
Anggaran PON 2028 Rp1 Triliun, DPRD NTB Pilih Mundur Jadi Tuan Rumah
-
Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta
-
WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari
-
Darya-Varia Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dengan DiVi Lab di Self-Care AMRUN 5K 2026, Bali