Mirza mengatakan jika suhu naik, maka akan ada area yang lebih kering dan akan berdampak pada populasi amfibi dan reptil.
"Kita harus khawatir tentang apa yang akan terjadi pada satwa liar kita dalam kasus pemanasan global," ujarnya.
Menurut dia, untuk melestarikan spesies, maka perlu harus memastikan untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan menghentikan pemanasan global.
"Jjika tidak, kita tidak hanya akan kehilangan mata pencaharian kita, tetapi juga spesies kita," kata Mirza.
IUCN adalah serikat keanggotaan yang terdiri dari pemerintah dan organisasi-organisasi masyarakat sipil.
Lembaga internasional untuk konservasi alam itu memanfaatkan pengalaman, sumber daya, dan jangkauan lebih dari 1.400 organisasi anggotanya dan masukan dari lebih dari 18.000 pakar. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo