Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Rabu, 27 Oktober 2021 | 16:54 WIB
Peringatan Hari Kartini sekaligus Perayaan Hari Ulang Tahun ke-33 Ikatan Wanita Warmadewa (IWANWAR), di Gedung Guna Priya Dharma Patni Mandapa, Selasa [BeritaNusa.com/Dok. Humas Pempov Bali]

"Perlu dilakukan sosialisasi serta pemahaman kepada masyarakat, mana yang merupakan tari wali, tari bebali maupun tari balih balihan," ucap mantan Rektor ISI Denpasar itu.

Demikian pula dengan tari Wali yang ada di sejumlah desa adat yang hampir punah dan jarang ditampilkan, dapat direkonstruksi.

Untuk upaya rekonstruksi, kata Arya Sugiartha, dapat menggandeng pihak pemangku kepentingan terkait, baik ISI Denpasar, Dinas Kebudayaan serta pemangku kebijakan lainnya.

 "Dengan demikian, tari wali tidak punah,  namun akan semakin kuat dan terjaga kelestariannya," ucapnya. (ANTARA)

Load More