SuaraBali.id - Kisah masa lalu Prof Yusril Ihza Mahendra, merasa dikhianati seorang pemimpin dan elite politik. Sudah berjuang lalu dilupakan.
Siapa yang tidak kenal Prof Yusril Ihza Mahendra seorang pakar hukum tata negara yang juga seorang politisi kondang. Namun di balik kesuksesannya sebagai politisi, ia mengungkap bahwa dalam politik ada banyak hal tidak bisa diduga dan juga terkadang sangat kejam.
Menurut Yusril, dalam batas tertentu politik juga tidak bicara tentang balas budi. Yusril Ihza Mahendra menyebut, bisa jadi ada pihak-pihak yang semula menjadi kawan seiring dan telah banyak berjuang tapi kemudian ditinggalkan dan dilupakan begitu saja.
“Saya sudah sering mengalami hal seperti itu,” kata Yusril dikutip dari Terkini.id, Rabu (13/10/2021).
Apa yang dialaminya ini sebenarnya sudah dikatakan sebelumnya oleh Dahnil Azhar Simanjuntak. Waktu itu, Yusril sedang menjadi kuasa hukum pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin menghadapi gugatan Prabowo-Sandiaga S Uno di Mahkamah Konstitusi.
Setelah MK menolak gugatan Prabowo yang didukung Dahnil, yang disampaikan oleh Yusril benar terjadi. Jokowi sebagai presiden merangkul Prabowo sebagai Menteri Pertahanan, lalu Dahnil dijadikan Prabowo sebagai juru bicara Menteri Pertahanan.
“Politik itu bisa berbalik. Saya yang mati-matian membela Pak Jokowi melawan Pak Prabowo nanti bisa-bisa Prabowo dan Anda yang menikmatinya dan kami semua akan ditinggalkan di belakang. Saya pikir itulah yang terjadi,” papar Yusril.
Selanjutnya saat menjadi kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf Amin, Yusril tidak meminta bayaran alias probono. Dia pun tak berharap imbalan dalam bentuk lain, termasuk menjadi anggota kabinet.
“Pak Jokowi memang berterima kasih kepada saya, tapi tidak menawarkan masuk kabinet. Saya pun memang tidak meminta,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Bulan Bintang ini juga menceritakan kisahnya di tahun 1999.
Di masa itu, ketika MPR menolak pertanggungjawaban Presiden BJ Habibie, Yusril Ihza Mahendra pernah menjadi calon presiden yang diajukan Partai Bulan Bintang. Tapi kemudian, oleh kelompok Poros Tengah, yang dimotori Amien Rais, dia diminta mundur.
Hal itu agar memuluskan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berhadapan dengan Megawati. Atas kehendak Illahi, Gus Dur memenangkan suara dan terpilih menjadi presiden. Yusril kemudian dipilih menjadi menteri, tapi baru beberapa waktu kemudian dicopot.
“Saya sempat berpikir Anda (Gus Dur) ini saya beri kesempatan untuk maju, tapi sekarang memberhentikan saya sebagai menteri dengan cara seperti ini,” kenang Yusril.
Selanjutnya setelah lima tahun, pada pemilihan presiden langsung PBB yang dipimpinnya termasuk yang mengusung pencalonan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) sebagai calon presiden dan wakil presiden.
Dukungan tersebut memberi warna adanya dukungan kelompok Islam terhadap duet tersebut. Selain Partai Demokrat dan PBB, kemudian masuk Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang saat itu dipimpin oleh mantan Menhankam Jenderal (Purn) Edi Sudrajat.
Pada putaran kedua pilpres, sejumlah parpol berbalik mendukung SBY-JK melawan Megawati-KH Hasyim Muzadi. Para pendukung baru justru terlihat seperti yang paling berjasa, sedangkan Yusril seperti dinihilkan.
“Saat itu kan lalu muncul sosok Andi Mallarangeng, yang sebelumnya ada di kubu lawan, malah jadi jubir Presiden. Saya jadi Menteri Sekretaris Negara tapi pada 2007 dia berhentikan saya,” kata Yusril diiringi tawa.
Berita Terkait
-
Ada Blocking dari Tamu Open House Jokowi dan Prabowo, Rocky Gerung: Kelihatan Siapa Masuk Geng Mana
-
Ketua Joman Soal Peluang Jokowi Berlebaran ke Megawati: Ini Momennya Bersilaturahmi
-
Keluarga Besar Jokowi Kumpul di Solo Hari Kedua Lebaran, Gibran Sempat Tampung Aspirasi Warga
-
Momen Lebaran, Jokowi Video Call Ma'ruf Amin: Warganet Tagih Silaturahmi ke Megawati!
-
Jalan Terjal Politik Ki Hajar Dewantara: Radikal Tanpa Meninggalkan Akal
Tag
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
-
Libur Lebaran, Polresta Solo Siagakan Pengamanan di Solo Safari
Terkini
-
Belasan Granat Aktif Ditemukan di Huntara Pengungsi Gunung Lewotobi Laki-laki
-
Nyepi Jembrana Jadi Sorotan: Gubernur Koster Rencanakan Pertemuan dengan Tokoh Islam di Bali
-
Nasabah BRI Diimbau Waspada, Ini Tips Terhindar dari Penipuan dan Kejahatan Siber
-
Jadwal Pertandingan Bali United di Liga 1 Bulan April 2025, Teco Minta Pemain Jangan Gendut
-
Tradisi Unik Lebaran di Lombok: Tradisi Tiu Sampai Lebaran Topat