SuaraBali.id - Daftar hari besar Agama Hindu. Hari besar agama Hindu dirayakan untuk memperingati peristiwa maupun kebijaksanaan lokal, termasuk di Bali.
Biasanya umat Hindu melakukan sembahyang atau upacara suci. Ada beberapa hari besar agama Hindu di Indonesia, khususnya di Bali.
Hari besar itu berdasarkan Kalender Saka dan Kalender Bali.
Berikut Hari Raya Agama Hindu di Indonesia yang perlu diketahui:
Hari Raya Agama Hindu berdasarkan Kalender Saka
Hari suci umat Hindu ini dirayakan setiap Tahun Baru Saka. Hari Suci Nyepi mempunyai makna yang sangat mendalam, yakni sebagai hari kebangkitan, hari toleransi, hari pembaruan, hari kebersamaan, hari kedamaian hingga hari kerukunan nasional.
Penanggalan tahun baru Saka didasarkan pada hitungan Tilem Kesanga, yang dianggap sebagai hari penyucian dewa-dewa di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup.
Maka umat Hindu melakukan pemujian suci terhadap mereka.
Baca Juga: Konsep Tuhan Dalam Agama Hindu dan Aliran Utama
Tahun baru Saka di Bali dimulai dengan aktivitas menyepi, aktivitas yang biasa berjalan tidak ada. Semua kegiatan di sana ditiadakan, termasuk pelayanan umum.
Bahkan bandara Internasional di sana juga tutup, kecuali rumah sakit.
Saat menyepi, umat Hindu memohon kepada Tuhan menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta).
Berbagai rangkaian upacara pun dilakukan umat Hindu sebelum Hari Raya Nyepi. Diantaranya Melasti, Tawur (Pecaruan) dan Pengrupukan.
Siwaratri mempunyai arti malam agung turunya Siwa. Selain hari raya, Siwarati juga sebuah festival yang digelar setiap tahun untuk memperingati hari turunnya Tuhan atau siwa.
Peringatan ini juga dikenal dengan istilah Padmarajati yang diperingati setiap tahun pada malam ke-13 atau hari ke-14 di Bulan Magha dalam penanggalan Hindu.
Festival dirayakan dengan mempersembahkan daun Bael atau Bilwa kepada Siwa. Selama sehari dan semalam begadang.
Sepanjang hari semua pemuja melafalkan mantra suci Pancaaksara yang ditujukan kepada Tuhan “Om Nama Siwaya”.
Hari Raya Hindu berdasarkan Kalender Bali
Hari raya ini dirayakan oleh umat Hindu Bali setiap 210 hari. Perhitungannya menggunakan kalender Bali, yakni pada hari Budha Kliwon Dungulan, sebagai kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).
Adapun rangkaian hari Galungan yakni Tumpek Wariga, Sugihan Jawa, Sugihan Bali, Hari Penyekeban, Hari Penyajaan, Hari Penampahan, Hari Raya Galungan, Hari Umanis Galungan, Hari Pemaridan Guru, Ulihan, Hari Pemacekan agung, Hari Raya Kuningan dan Hari Pegat Wakan.
2. Hari Raya Kuningan
Hari raya ini dirayakan oleh umat Hindu Dharma Bali dan diperingati setiap hari Saniscara (Sabtu) Kliwon, wuku Kuningan.
Hari raya ini dilaksanakan setiap 210 hari, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali (ada 35 hari dalam satu bulan kalender Bali). Kuningan memiliki arti kata kauningan yang berarti mencapai spiritual dengan cara intropeksi supaya terhindar dari bahaya.
Pada Hari Kuningan, umat Hindu Bali membuat nasi kuning sebagai lambang kemakmuran.
Nasi itu dijadikan sesaji sebagai tanda terima kasih dan suksmaning idep sebagai manusia yang menerima anugerah dari Hyang Widhi berupa bahan sandang dan pangan.
Hari raya ini diperingati sebagai hari turunya ilmu pengetahuan. Umat Hindu Bali merayakan hari raya ini setiap 210 hari dengan menggunakan perhitungan kalender Bali pada Sabtu (Saniscara), Legi (Umanis), Watugunung. Di hari ini umat Hindu melakukan pemujaan pada Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan dan Seni.
Upacara Banyu Pinaruh dilakukan setelah Hari Raya Saraswati, tepatnya pada Saniscara Umanis Watugunung. Tujuannya untuk pembersihan dan kesucian diri.
Banyu berasal dari kata banyu yang berarti air (kehidupan). Sedangkan pinaruh berasal dari kata weruh yang berarti pengetahuan.
Sehingga mempunyai makna memohon air sumber pengetahuan.
Hari ini dirayakan untuk memuliakan Ida Sanghyang Widhi Wasa dengan manifestasinya sebagai Sanghyang Pramesti Guru (Tuhan sebagai guru alam semesta).
Hari raya ini diperingati setiap Rabu Kliwon wuku Sinta.
Filosofi hari raya ini sebagai simbol keteguhan iman. Peger berarti pagar atau pelindung, sedangkan wesi berarti besi. Pager besi memiliki makna suatu sikap keteguhan dari iman dan ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia.
Hari raya ini diperingati dengan melakukan persembahyangan, mulai dari Sanggah/Merajan (tempat sembahyang di sekitar rumah) hingga ke Pura.
Itulah hari besar Agama Hindu di Indonesia, khususnya di Bali. Apakah kamu tertarik ke Bali untuk menyaksikan hari-hari besar itu?
Kontributor : Muhammad Aris Munandar
Tag
Berita Terkait
-
Libas Persita 1-0, Bali United Naik ke Peringkat 7 Klasemen BRI Super League
-
Kocak! Momen Ibu-ibu Core, Tak Kenal Rizky Ridho dan Suruh Jadi Tukang Foto
-
Bali Disiapkan Jadi Hub Kripto Global, Platform Mulai Bergerak Ekspansi
-
Sedang On fire, Bali United Percaya Diri Hadapi Persita Tangerang
-
Antara Aturan Adat Bali dan Suara Kenanga yang Menulis Takdirnya Sendiri
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Ingin Glowing Saat Menikah? Dokter Kulit Ungkap Rahasia Perawatan Wajib 6 Bulan
-
Pegawai BPS Asal Sleman Ditemukan Tewas Tenggelam di Air Terjun Tembok Barak Bali
-
Polisi Ungkap Motif Mengejutkan Bocah Lompat dari Lantai 3 di Denpasar
-
Tak Gentar Meski Skuad Pincang, Johnny Jansen Bocorkan Kunci Kemenangan Bali United
-
Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas