SuaraBali.id - Pandemi Covid-19 di Australia belum stabil, pemerintah Australia pun memutuskan negaranya tidak akan menyambut turis sampai tahun depan yakni tahun 2022. Namun hal ini dikecualikan pada pekerja migran dan pelajar asing.
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison sudah menyatakan rencana untuk mengizinkan warga yang telah divaksinasi dan penduduk tetap untuk terbang ke luar negeri mulai November.
Kebijakan ini dilakukan untuk pertama kalinya sejak larangan perjalanan berlaku pada Maret tahun lalu.
Morrison kemudian melonggarkan aturan penerbangan internasional bagi pekerja dan pelajar.
Pandemi Covid-19 juga berdampak buruk pada universitas-universitas Australia yang sangat bergantung pada biaya dari mahasiswa internasional. Sektor pendidikan khawatir bahwa siswa akan mendaftar ke negara lain.
“Prioritas berikutnya adalah pekerja migran yang sangat penting bagi negara dan yang sudah divaksinasi ganda, serta siswa yang datang dan kembali ke Australia untuk sekolah mereka,” kata Morrison kepada televisi Seven Network.
“Kami akan mendapatkan pengunjung internasional juga, saya percaya tahun depan,” tambah Morrison.
Dewan Ekspor Pariwisata Australia ingin pengunjung internasional bisa kembali pada Maret tahun depan.
Australia kemudian berupaya untuk memvaksinasi populasinya saat wabah varian delta yang lebih menular terjadi di Sydney pada Juni lalu dan terus menyebar.
Negara bagian Victoria pada Selasa (5/10) melaporkan rekor nasional 1.763 infeksi lokal baru. Negara bagian terpadat kedua di Australia itu juga melaporkan empat kematian akibat Covid-19.
Rekor nasional sebelumnya dari 1.599 infeksi dalam 24 jam ditetapkan oleh New South Wales ketika wabahnya memuncak pada 10 September. Rawat inap memuncak di negara bagian terpadat di Australia itu pada pertengahan September.
Sedangkan update Covid-19 global menunjukkan pertambahan kasus sebanyak 404.261 dalam 24 jam terakhir. Dalam waktu yang sama, angka kematian juga bertambah 7.395 jiwa.
Data pada situs worldometers per Rabu (6/10) pukul 07.30 WIB menunjukan bahwa total kasus Covid-19 telah mencapai 236,56 juta, dengan kematian lebih dari 4,83 juta. Total kasus yang sembuh mencapai 213,68 juta, sehingga sisa kasus aktif saat ini masih ada 18 juta orang di dunia yang masih terinfeksi virus corona.
Dari 18 juta orang di dunia itu, 85.441 orang di antaranya dalam kondisi kritis. Pasien kritis paling banyak berada di Amerika Serikat dengan jumlah 18.714 orang. Sementara negara lainnya, rata-rata di bawah 9 ribu pasien Covid-19 yang kritis.
Tag
Berita Terkait
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Pertimbangan Investasi Properti Lintas Negara, Studi di Australia Ini Bisa Jadi Masukan
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Veda Ega Pratama Bidik Poin Penuh Moto3 Malaysia Usai GP Australia Batal
-
Alasan MotoGP Australia 2026 Dibatalkan Hingga Pupuskan Harapan Pole Position Veda Ega Pratama
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo