SuaraBali.id - Pemerintan Provinsi (Pemprov) Bali menerapkan Isolasi Terpusat (Isoter) dan berhasil menurunkan kasus aktif atau dalam perawatan Covid-19, hingga 65 persen.
Penyediaan Isoter dilakukan untuk kasus terkonfirmasi orang tanpa gejala dan gejala ringan (OTG-GR), dilansir dari Berita Bali, Senin (13/9/2021).
Dicatat 10 Agustus 2021 sebanyak 12.831 kasus aktif atau dalam perawatan, dalam kurun waktu sebulan mengalami penurunan signifikan lebih dari 65 persen ke angka 4.563 orang per 11 September 2021.
Menurut Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin, jika dilihat pada angka perawatan di Rumah Sakit Rujukan, tercatat 10 Agustus 2021 sebanyak 2.144 orang dan menurun signifikan pada 11 September 2021 yaitu 990 orang.
Khusus angka isoman yang mendapat sorotan serius saat kunjungan Menko Marves tgl 12 Agustus 2021, saat itu masih di angka 8.437 orang dan hari ini (11/9) tinggal 1.882 yang masih di isoman.
Angka Isoman ini pun masih akan berkurang jauh jika update data bisa segera dilakukan ke sistem aplikasi nasional.
Pasalnya, lebih dari 50 persen data isoman tersebut sudah 14 hari atau lebih terkonfirmasi, sehingga bisa dikategorikan sebagai pasien sembuh, kecuali pasien tersebut beralih untuk dirawat ke rumah sakit atau meninggal dunia.
Sejak kunjungan Menko Marves di awal Agustus, kata dia, Gubernur Bali gencar melakukan pergerakan pasien ke Isoter bahkan dilarang keras untuk isolasi mandiri karena relatif berisiko.
Upaya ini didukung penuh oleh personil TNI dan Polri, termasuk Relawan serta Tenaga Kesehatan, dan kerja keras tersebut mulai menunjukkan hasil.
Baca Juga: Satgas Klaim Tempat Isolasi Terpusat Kini Sepi Pasien Covid-19
Berita Terkait
-
Tingkat Keterisian Isolasi Terpusat di Medan Menurun
-
Pemkab Sergai Ubah Rumah Dinas Kadis Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19
-
Rumah Isoter Serdang Bedagai Bisa Tampung 60 Pasien Covid-19
-
Kekurangan Alat Kesehatan, Sembilan Hotel Tempat Isoter Dapat Bantuan
-
Wilayah Zona Merah Wajib Punya Tempat Isolasi Terpusat
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN