SuaraBali.id - Provinsi Bali siapkan aturan buka mal saat level PPKM turun dari level 4. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.
Pemerintah provinsi setempat terus berupaya untuk menyiapkan berbagai indikator pendukung untuk menurunkan status level 4 daerah setempat sehingga bisa mempercepat pembukaan mall kembali.
"Saya belum berani berjanji secara langsung terkait kapan akan dibukanya kembali 14 mall besar di Bali ini. Namun, kami terus berupaya agar indikator pendukung menurunnya level 4 di Bali dapat tercapai," kata Wagub Bali di Beachwalk, Kabupaten Badung, Sabtu kemarin.
Menurut dia, semua tentu sudah lelah dengan kondisi seperti saat ini. Ruang gerak yang terbatas menyebabkan roda perekonomian ikut terkena dampak.
"Tetapi, apabila kita memaksakan diri untuk berbaur tanpa menerapkan protokol kesehatan, maka diri kita sendirilah dan keluarga terdekat yang akan merasakan dampak dari virus tersebut," ujar pria yang biasa disapa Cok Ace itu.
Oleh karena itu, dia mengajak agar masyarakat Bali agar terus dapat melindungi diri dari paparan COVID-19, agar semua bisa beraktivitas seperti sediakala.
Dari pengamatannya saat peninjauan kesiapan mall, Cok Ace mengatakan khusus untuk Beachwalk Mall sudah terlihat jelas penyediaan protokol kesehatan sebelum masuk mall, yakni mulai dari pengecekan suhu tubuh dan wastafel untuk mencuci tangan.
Selanjutnya, barcode peduli lindungi sebagai alat validasi pengunjung sudah melakukan vaksinasi yang merupakan salah satu syarat diperbolehkannya masuk ke mall dan data menjadi lebih valid.
Dia menambahkan, secara nasional untuk melindungi pengunjung dan juga penyedia layanan dari penularan COVID-19, wajib diberlakukan transaksi pembayaran menggunakan non-tunai atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Baca Juga: Bali Mulai Musim Kemarau, Kategori Tanpa Hujan berturut-turut
Aplikasi pembayaran QRIS ini sudah didukung oleh perbankan yang ada di Bali, yakni melalui m-banking, ataupun pembayaran di aplikasi Gopay, OVO dan DANA.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan dengan QRIS bisa untuk mengurangi penularan COVID-19.
"Dengan demikian, kita hanya akan fokus menggunakan handphone pribadi yang ada di genggaman tangan kita saja, sehingga sentuhan dengan orang lain dan barang dapat dihindari seoptimal mungkin," ujarnya.
Dari target 360 ribu merchant untuk 2021, hingga saat ini sekitar 280 ribu merchant telah menggunakan QRIS. Bali menduduki peringkat ketujuh, dari 34 Provinsi se-Indonesia sebagai pengguna QRIS tertinggi.
Penggunaan QRIS juga dimaksudkan untuk menghindari kembalian Rupiah yang diganti dengan permen dan juga menghindari beredarnya uang palsu di tengah masyarakat.
"Selain mall besar, QRIS juga dapat disiapkan oleh pedagang yang ada di pasar tradisional," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
500 Tukik Penyu Kembali ke Laut, Wisata Konservasi Bali Makin Diminati
-
Maling Ayam Dikeroyok hingga Tewas, Mengapa Koruptor Tak Diperlakukan Sama?
-
2 Warga Belanda Dilarang Masuk Indonesia Usai Gelar Event Lari Khusus Bule
-
Komisi XIII DPR Kecam Keroyok Massa di Bali: Desak Penegakan Hukum & Pendampingan Trauma Anak Korban
-
Wamendagri Bima Arya Dorong Tiga Langkah Perkuat Ketahanan Pangan di Daerah
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Jokowi Hadiri CFD Kupang, Warga Teriak: Bapak Kesayangan Pulang Kampung
-
Melihat Budidaya Kakao Jembrana, Emas Cokelat Yang Memikat Pasar Jepang Dan Eropa
-
WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas
-
Alasan Polisi Tambah Pasal Pidana pada Kasus Santri Terbakar
-
Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Pencabulan Siswi