SuaraBali.id - Kabar duka datang dari Jero Mangku Suyasa, salah satu pengelingsir pemangku di Pura Agung Besakih, meninggal dunia di rumah sakit Kasih Ibu Denpasar.
Kabar tersebut dibenarkan oleh Bendesa Adat Besakih, Jero Mangku Widiarta saat dihubungi via sambungan telepon pada Rabu, (01/09/2021).
"Ya benar beliau meninggal dunia tadi malam sekitar pukul 24.00 WITA di Rumah Skait Kasih Ibu," ujarnya dilansir dari Berita Bali, Kamis (2/9/2021).
Almarhum Jero Mangku Suyasa dirawat di RS Kasih Ibu sejak 25 Agustus lalu karena kondisinya drop akibat penyakit komplikasi yang dideritanya.
Saat ini, jenazah almarhum Jero Mangku Suyasa telah disemayamkan di rumah duka, menunggu proses upakara yang rencananya akan dilaksanakan upacara pengabenan pada 9 September mendatang.
"Saat ini, jenazah almarhum sudah berada di rumah duka dan rencananya akan dilaksanakan upacara pengabenan pada 9 September 2021 mendatang dengan menerapkan protokol kesehatan," ungkap Mangku Widiarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern