SuaraBali.id - Kabar kurang baik datang dari RSUD Sanjiwani Gianyar yang mengungkap kapasitas kamar jenazah sudah penuh, dari kapasitas 44 per Rabu (18/8/2021) sudah terisi 50.
Mengikuti Surat Edaran PHDI yang diterbitkan Sabtu (13/8/2021), penitipan jenazah diimbau maksimal hanya dua hari.
"Kami yakin masyarakat menerima, tapi kendala yang terjadi biasanya di tempat kremasi masih menunggu jadwal dan ada kegiatan keagamaan di desanya," ujar Direktur Utama RSUD Sanjiwani Gianyar dr Ida Komang Upeksa.
Pihaknya berharap ada sosialisasi lebih masif di kalangan desa adat maupun tempat krematorium menyesuaikan dengan SE ini. Sehingga keterisian jenazah sesuai kapasitas kamar jenazah.
Sementara itu, Pemkab Gianyar akan mencari solusi dengan PHDI dan MDA Gianyar. Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya saat dikonfirmasi juga membenarkan kapasitas kamar jenazah di RSUD Sanjiwani saat ini kondisinya penuh.
"Ya, memang begitu kondisinya saat ini memang full," ujarnya dilansir dari Berita Bali, Kamis (19/8/2021).
Lanjut Wisnu hal tersebut terjadi akibat kepercayaan masyarakat. Jenazah yang akan dimakamkan maupun diaben harus menunggu hari baik dewasa ayu.
Banyak masyarakat yang tidak mau langsung memakamkan atau mengkremasi jenazah keluarga begitu meninggal. Karena itu, tak sedikit jenazah yang dititipkan di kamar jenazah RSUD Sanjiwani selama berhari-hari.
"Menurut saya, seharusnya begitu meninggal, langsung bisa diperabukan dulu atau mekingsan ring gni. Nanti begitu ada hari baik, saat itulah dilakukan upacaranya. Banyak yang sudah melaksanakan seperti ini, bahkan sulinggih pun ada," ungkapnya.
Namun Wisnu mengakui, untuk mengubah kepercayaan masyarakat sangat sulit. Karena itu, pihaknya pun akan menggelar rapat dengan PHDI dan MDA Gianyar untuk mencari jalan keluar terkait hal ini.
Baca Juga: Sudah 18 Orang Diperiksa Polisi Terkait Kasus Bongkar Peti Jenazah Covid-19 di Probolinggo
"Gak mungkin ada penambahan, sebab harus ada treatment khusus. Akan kami bahas secara detail dengan PHDI dan MDA untuk membahas ini. Mudah-mudahan ada solusi terbaik," ujarnya.
Berita Terkait
-
Geger! Namanya Sama, Jenazah Covid-19 Tertukar di Gianyar Bali
-
Relawan Perempuan untuk Pemulasaran Jenazah Covid-19 Minim, Ini Langkah Pemkab Bantul
-
Blok Pemakaman Warga DKI Wafat Akibat COVID-19 Diberi Nama Syuhada dan Santo Yosef
-
Viral Sosok Misterius Ikut Bantu Tim Makamkan Jenazah Covid-19 Malam-malam
-
Bupati Probolinggo Marah, Minta Polisi Usut Tuntas Insiden Bongkar Peti Jenazah Covid-19
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Kasus Vila Sekotong Lombok: 30 Warga Australia Rugi Rp86,5 Miliar
-
Influencer APG Mengaku 15 Kali Gunakan Whip Pink
-
WNA Australia Isap Liquid Ganja untuk Obat Nyeri Lutut dan Depresi
-
Sering Air Mati Bergilir? Ini Penjelasan Resmi PDAM Lombok Tengah
-
Penampakan Kebakaran Bukit Savana Propok Kawasan Gunung Rinjani