Scroll untuk membaca artikel
Dythia Novianty
Senin, 16 Agustus 2021 | 14:57 WIB
Monyet putih di kawasan Ulu Watu Bali [Tangkapan layar Instagram]

"Ini kejadian metafisik, sebagai pesan gaib, peringatan spiritual. Sebuah pencapaian yang akan didapatkan oleh masyaralat Nusantara untuk kehidupan yang lebih baik," paparnya.

Kera putih, kata Abiyasa, menggambarkan sosok Hanoman yang terkait dengan sosok Prabu Rama dalam Kisah Ramayana. Prabu Rama merupakan titisan dari Hyang Betoro Wisnu (Dewa Wisnu).

"Kehadiran sosok 'Hanoman' di Uluwatu, terkait dengan urusan Hyang Betoro Wisnu. Dalam pemahaman tentang perdewataan, Hyang Betoro Wisnu berdampingan dengan Brohmo (Brahma) dan Siwa," jelasnya.

Ini merupakan tiga turunan sifat Tuhan yang utama. Hyang Betoro Brohmo aspek kehidupan (penciptaan), Siwa aspek melebur, dan Wisnu aspek "pranatan" (pengaturan/memelihara) di tengahnya.

Baca Juga: Viral Kera Berbulu Putih di Uluwatu, LIPI Angkat Bicara

"Ini menggambarkan kegembiraan bagi kita, bukan kematian," kata dia.

Munculnya monyet putih di Uluwatu, menurut Abiyasa, merupakan suatu hal yang positif dan menggembirakan, karena merupakan isyarat akan tercapainya kejayaan bangsa Indonesia.

"Tapi itu tentu ada prosesnya. Kita saat ini sedang melewati proses seleksi alam. Kita harus menguatkan diri satu atau dua tahun lagi dengan kondisi yang kurang bagus di negara kita," ungkap Abiyasa.

Tapi kondisi yang kurang bagus ini akan mampu dilewati dan Indonesia akan mampu mencapai kejayaannya dengan orang-orang baru yang mampu melewati seleksi alam ini.

"Mari kita kuatkan spiritual agar tidak terkena seleksi alam ini,"pungkasnya.

Baca Juga: Viral Kera Putih Turun Gunung Dikaitkan Sama Hanoman, Ini Misinya di Bumi Versi Warganet

Load More