SuaraBali.id - Sempat terapung-apung selama kurang lebih 30 menit di perairan pelabuhan Gilimanuk Kabupaten Jembrana Bali, warga Banjar Dinas Insakan Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Ketut Budi Astrawan dan Ni Kadek Ayu Widiantari yang merupakan ayah dan anak berhasil diselamatkan saat insiden KMP Yunicee tenggelam.
Dilansir dari Beritabali.com, Ketut Budi Astrawan yang bekerja sebagai sopir truk membawa muatan kelapa dari Kabupaten Klungkung Bali, ke Mojokerjo Jawa Timur pada Sabtu 26 Juni 2021.
Kemudian kembali ke Bali dengan membawa 10 ton pakan konsentrat melalui pelabuhan Ketapang pada Selasa 29 Juni 2021.
Di tengah perjalanan, kapal yang ditumpanginya, KMP Yunicee tiba-tiba miring dan nyaris tenggelam. Segera Ayah dua anak tersebut mengambil life jacket untuk putrinya, sedangkan dirinya berenang menggunakan pelampung.
Ketut Budi Astrawan ditemui di rumahnya mengatakan sebelum lepas landas kondisi kapal biasa saja. Namun dirinya merasa aneh saat awak kapal memasukkan lebih banyak truk barang sehingga kapal menjadi penuh.
Selain itu saat lepas landas, kapal terasa terombang-ambing sangat keras seperti dihantam ombak besar.
Astrawan yang mencoba beristirahat di dalam kapal kemudian mendengar salah seorang penumpang yang menyuruhnya naik ke atas kapal.
“Ada beberapa kru kapal yang menyuruh sopir truk keluar memindahkan kapalnya. Saya lihat kapal sudah miring, saya tarik anak saya untuk ambil pelampung dan jaket pelampung,” ujarnya.
Namun pelampung dan life jacket yang dibawa sang anak saat itu direbut penumpang lain sehingga sisa satu life jacket dipakaikan kepada sang anak.
Baca Juga: KRI Rigel-933 Temukan Lokasi Tenggelamnya KMP Yunicee
“Saya tidak dapat life jacket. Saya selamatkan anak saja, saya tidak peduli dengan diri sendiri pikiran saya saat itu,” imbuhnya.
Budi Astrawan mengaku saat itu kapal sudah langsung tenggelam. Dengan pelampung yang ia dapatkan, Budi berusaha berenang mencari bantuan dengan tetap memegang kerah life jacket anaknya dan satu penumpang lainnya.
“Orang yang memegang saya akhirnya naik ke pelampung kapal penolong. Dan kita berdua diselamatkan regu penyelamat. Saya lihat anak saya dinaikkan ke kapal lalu saya dinaikkan menggunakan tali, badan saya sudah lemas saat itu,” ungkapnya.
Karena arus yang deras proses evakuasi Budi Astrawan dan anaknya tidak langsung dibawa ke puskesmas Gilimanuk. Keduanya dibawa ke pos I pelabuhan Ketapang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Selama di sana Budi Astrawan dan putrinya yang masih duduk di kelas VIII SMP difasilitasi oleh Persatuan Logistik Bali (PLB) Korwil Singasakti.
Bahkan keduanya diantar hingga selamat sampai di rumah oleh komunitas tersebut. Hingga saat ini Budi Astrawan mengaku masih trauma, dalam waktu dekat ini ia tidak memiliki rencana untuk kembali bekerja sebagai sopir truk.
Berita Terkait
-
KRI Rigel-933 Temukan Lokasi Tenggelamnya KMP Yunicee
-
Bangkai KMP Yunicee Tenggelam Ditemukan di Selat Bali
-
Bocah 10 Tahun Selamat dari Tragedi KMP Yunicee, Tapi Keluarganya Hilang
-
Cium dan Pesan Terakhir Korban KMP Yunicee kepada Ibunya
-
Kisah Korban KMP Yunicee, Sebelum Pergi Cium Ibunya dan Bilang: Aku Sayang Ibu..
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun
-
Longsor Terjang Eco Park Pelaga Bali, Dua Orang Dilaporkan Tertimbun
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!