SuaraBali.id - Korban selamat KMP Yunicee tenggelam mulai dievakuasi ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Proses evakuasi penumpang KMP Yunicee tenggelam di Selat Bali masih berlangsung hingga saat ini. Namun belum diketahui soal jumlah korban jiwa dan korban selamat.
Dari sejumlah rekaman video amatir di lokasi, terlihat beberapa penumpang mulai dievakuasi dengan menggunakan kapal yang berada di sekitar lokasi.
Salah satunya seperti rakaman video yang diunggah oleh akun instagram @kalipuro24jam.
“Slide 1 Kondisi terkini beberapa korban yang berhasil dievakuasi di kapal yang membantu proses evakuasi. Slide 2 Para keluarga telah berkumpul di pelabuhan gilimanuk untuk menanti keluarganya yang menjadi salahsatu korban dikapal tersebut,” tulis caption pada unggahan tersebut.
Pada unggahan terbaru itu, terlihat beberapa penumpang tengah dievakuasi ke kapal. Dalam video terlihat dua penumpang wanita tengah berbaring dengan alas pelampung berwarna oranye di kepalanya. Kedua penumpang tersebut ditemani oleh petugas rescue.
Dalam video juga terlihat penumpang laki-laki yang tengah berpelukan. Sementara beberapa orang lainnya terlihat mondar-mandir di kapal. Situasi tegang pun nampak dalam video tersebut.
Sementara pada slide berikutnya, terlihat keluarga para penumpang KMP Yunice berkumpul di Pelabuhan Gilimanuk untuk menanti keluarganya yang menjadi korban kapal tenggelam.
Sebelumnya, akun instagram tersebut juga membagikan sebuah rekaman video saat proses evakuasi penumpang yang masih berada di atas badan kapal yang tenggelam.
Sejumlah penumpang terlihat berdiri di atas badan kapal yang masih berada di permukaan laut.
Baca Juga: Detik-detik KMP Yunice Tenggelam Berawal dari Terseret Arus, Miring, Lalu Terbalik
Beberapa penumpang yang mengenakan pelampung juga terlihat berenang menuju kapal lainnya.
Detik-detik KMP Yunice Tenggelam
KMP Yunice Tenggelam berawal dari terseret arus kendang di Selat Bali. Detik-detik KMP Yunice Tenggelam dekat dengan perairan Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (29/6/2021) pukul 19.12 WITA.
Dari keterangan saksi pihak TNI AL, Hendra menyatakan KMP Yunice yang belum diketahui jumlah awaknya itu tenggelam di Selatan perairan Pelabuhan Gilimanuk, tepatnya di koordinat 8° 10'26,56''S - 114°25'4218''T.
Kapal penumpang dengan rute Ketapang-Gilimanuk diketahui memiliki panjang 56,5 meter, lebar 8, meter dengan warna putih strip merah biru.
Kronologis awal kejadian, dijelaskan pada Selasa, 29 juni 2021 Pukul 19.06 WITA, saksi Hendra menerima laporan bahwa ada Kapal terbawa arus ke selatan dari Pelabuhan Gilimanuk.
Tag
Berita Terkait
-
Antisipasi Cuaca Ekstrem Selat Bali, KSOP Siapkan Rencana Buka - Tutup Pelabuhan
-
Kamera Bawah Laut Temukan Objek Diduga Bangkai Kapal KMP Tunu Pratama Jaya
-
Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya Membuat Citra Pariwisata Bali Jelek
-
Nakhoda KMP Tunu Pratama Jaya Dicari Netizen: Jadi Saksi Kunci Tenggelamnya Kapal
-
5 Hari Tenggelam, Ini Temuan Terbaru Terkait Keberadaan Kapal KMP Tunu Pratama Jaya
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Terkini
-
Cek Promo Alas Kaki di Bawah Rp150 Ribu Jelang Idulfitri di Matahari
-
Promo SuperIndo: Belanja THR Gratis Minyak 2 L
-
Awas Sertifikat Tanah Anda Palsu, Begini Cara Cek Keasliannya!
-
Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas VIII Halaman 282: Progress Check 2
-
Hery Gunardi: Perbankan Indonesia Tetap Resilien, Namun Perlu Perkuat Mitigasi Risiko Global