SuaraBali.id - Jerinx SID janji jadi suami penurut setelah bebas penjara. Baru saja, Jerinx SID bebas penjara setelah terjerat kasus 'IDI kacung WHO'.
Janji Jerinx SID jadi suami penurut karena istrinya, Nora Alexandra buktikan kesetiaan selama dia dipenjara. Nora Alexandra setia.
Jerinx sadar dengan kebaikan Nora Alexandra selama dirinya di penjara. Padahal bisa saja Nora Alexandra tinggalkan Jerinx dalam kondisi melarat seperti itu.
“Logika aja deh, usia saya 44 tahun, istri 26 tahun. Dengan segala kelebihan yang ia miliki, jika ia mau, sungguh mudah kok bagi @ncdpapl meninggalkan saya saat saya berada dalam kondisi melarat, ada ribuan miliuner muda di luar sana yg dengan senang hati memilikinya,” tulis Jerinx.
Makanya dia bersyukur banget dipertemukan dengan Nora, yang telah terbukti integritasnya dalam menjaga pernikahan yang setangguh dan semahal jutaan ton berlian.
“Dia sudah membuktikan kesetiaannya menanti saya saat dibui, dia bekerja keras seorang diri selama saya dijeruji, sungguh tak tahu diri rasanya jika setelah saya kembali saya tidak menjadi suami yang lebih penurut lagi,” tulis Jerinx.
Dalam pernyataan itu, Jerinx SID pun menyatakan tetap kritis kritik pemerintah dan membela kaum tertindas.
Hal itu dinyatakan pria bernama asli I Gede Ari Astina dalam postingan di akun Instagramnya klarifikasi pernyataan pengacaranya soal penjara tak akan ubah Jerinx jadi penurut.
Jerinx mengatakan idealisme dan sikap politiknya tidak akan bisa dibeli oleh entitas apa pun. Baik itu tawaran komisaris, jadi Brand ambassador WHO, jadi duta vaksin atau jadi pengawal gerakan Ikon Bali Kembali.
Baca Juga: Jerinx SID: Nora Alexandra Mudah Tinggalkan Saya dalam Kondisi Melarat
“Saya luruskan, yang dimaksud “tidak menjadi penurut” oleh lawyer saya @gendovara @gendolawoffice adalah dalam konteks integritas,” tulis Jerinx SID di postingan Instagram, Senin (14/6/2021).
“Jangan harap saya akan ada di posisi itu, mau satu juta trilliun dollar pun tak sudi saya terima,” tulis Jerinx.
Musisi asal Bali itu menegaskan dia cuma akan bersuara lantang untuk isu-isu sosial yang merugikan rakyat lemah.
Narasi pembelaan pada yang lemah ini akan Jerinx sampaikan dengan lebih cermat dan matang, belajar dari pengalaman sebelumnya.
“Jika terjadi fenomena-fenomena sosial, khususnya yang merugikan mereka yg lemah & tak mampu bersuara, saya akan tetap suarakan, tentu dgn diksi dan narasi matang yg tak bisa membawa saya ke balik terali besi lagi,” tulis Jerinx.
Berita Terkait
-
Nora Alexandra Murka Lagi, Namanya Dicatut Iklan Obat Pembesar Alat Vital: Menjijikan
-
Jerinx SID Kembali Singgung Konspirasi COVID-19, Ungkit Aksi Demo Tolak Rapid Tes Tahun 2020
-
Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala
-
Dicibir Saat Upacara Ngaben Ayah Jerinx, Nora Alexandra Tegaskan: Saya Terlahir Muslim
-
Kabar Duka, Ayah Jerinx SID Meninggal Dunia
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Aturan Kapal Wisata Dinilai Masih Abu-Abu, Pengusaha Kapal Desak Pemerintah Benahi Regulasi
-
Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa
-
Sanksi Sosial Adat Ternyata Ampuh Buat Warga Bali Takut Bila Tak Disiplin Memilah Sampah
-
Guru dan Manajer Perusahaan Asal India Selundupkan Ganja Senilai Rp1,5 Miliar di Bandara Bali
-
Gaji ASN Mataram Terancam Hanya Sampai Oktober 2026, Sekda Ungkap Penyebabnya