Muhammad Yunus
Rabu, 23 September 2026 | 11:46 WIB
Korban WNA Iran bersama sejumlah polisi di lokasi pengeroyokan [SuaraBali.id/Humas Polresta Denpasar]
Baca 10 detik
  • Warga negara Iran berinisial YZ dikeroyok orang tak dikenal di Seminyak, Badung, Bali, pada Sabtu, 19 September 2020.
  • Pengeroyokan terjadi karena pelaku tidak terima setelah ditegur oleh korban yang tidak senang istrinya diganggu di restoran.
  • Korban mengalami berbagai luka fisik dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian yang kini masih menyelidiki kasusnya.

SuaraBali.id - Seorang pria warga negara asing (WNA) asal Iran, berinisal YZ (25) menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal (OTK).

Dari pengakuannya, YZ dikeroyok seusai menegur seseorang yang mengganggu istrinya.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya membenarkan adanya peristiwa itu yang terjadi pada Sabtu (19/9) sekitar pukul 05.00 WITA di Jalan Kayu Aya, Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

"Akibat kejadian korban mengalami luka lebam dan robek mata kiri, lecet kening kiri, memar hidung, serta memar dan benjol kepala belakang," kata Iptu Adi Saputra, Rabu (23/9).

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (19/9) dini hari lalu di sebuah restoran di Jalan Kayu Aya, Seminyak, Kuta.

Saat itu, sekitar pukul 05.00 WITA, keduanya sedang memesan burger di restoran tersebut.

Namun, sebelum kejadian seorang pria mengganggu istri korban.

Karena merasa terganggu, korban menegur pria itu atas perbuatannya.

Tetapi, pelaku tidak terima dan akhirnya dipukuli oleh beberapa orang lain hingga mengalami luka-luka.

Baca Juga: Heboh! Hotel di Bali Mulai Dilego Puluhan hingga Ratusan Miliar, Koster Cek Penyebabnya

Setelah kejadian itu, korban langsung melaporkan ke polisi. Namun para pelaku melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP).

Kemudian, pihak kepolisian mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan.

Selanjutnya, memeriksa dan mengamankan rekaman CCTV di sekitar TKP dan mengantar korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar guna dilakukan visum et repertum.

Dalam peristiwa tersebut, para pelaku belum ditangkap dan masih dilakukan lidik.

"Memukul korban secara bersama-sama setelah tidak terima ditegur karena mengganggu istri korban. Terlapor masih lidik," ujarnya.

Kontributor : M Dafi

Load More