SuaraBali.id - Seks bebas pria dengan banyak wanita berdampak buruk. Hal ini berkaca ke pengakuan Gofar Hilman hubungan seks dengan 100 perempuan, bahkan lebih. Bukan tak mungkin Gofar Hilman kena penyakit kelamin.
Ada dampak buruk Gofar Hilman hubungan seks dengan 100 perempuan. Terlebih seks bebas dilakukan sejak usia 21 tahun.
Aktivitas seksual atau seks bebas Gofar Hilman bisa disebut casual sex. . Sebenarnya memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri, menurut Verywell Mind.
Beberapa orang menganggap seks bebas sebagai 'media' seksual yang sehat, mirip dengan olahraga teratur, atau hanya sebagai pengalaman fisik yang menyenangkan.
Sementara itu, kerugiannya bisa berupa risiko fisik, terutama jika praktik seks bebas yang tidak aman dilakukan.
Misalnya, risiko infeksi menular seksual, kehamilan yang tidak direncanakan, serta kekerasan seksual.
Selain itu, seseorang juga dapat mengalami tekanan emosional karena menginginkan lebih atau adanya penyesalan seksual.
Dampak emosional dari seks bebas terkadang muncul secara tidak terduga dan efeknya bisa sangat besar, apalagi jika dilakukan sebagai cara untuk menghindari atau mengubur perasaan.
Tapi memang, beberapa orang mungkin memiliki kemampuan untuk memisahkan antara hubungan romantis dengan hasrat seksual.
Baca Juga: Mr P Muncul Bintik Merah Setelah Hubungan Seks, Gatal, Tanda-tanda Penyakit Bahaya?
Namun bagi yang lain, emosi dan sentuhan dapat terjalin secara alami, membuat hubungan casual sex lebih sulit untuk tetap santai. Biasanya ini terjadi pada perempuan.
Mungkin seseorang melakukan casual sex tanpa memikirkan risiko selanjutnya, hingga akhirnya mereka merasa terluka, atau menyesal.
Jadi, sangat penting untuk menilai harapan diri sendiri secara jujur sebelum mencoba casual sex.
Sementara yang lain mungkin lebih bisa menjaga seks bebas sebagai hubungan fisik semata, walau mereka kehilangan potensi untuk mendapatkan hubungan yang lebih langgeng dan dalam.
Ini dapat membuat mereka berakhir dengan perasaan kecewa di kemudian hari.
Terkadang hubungan seks bebas berada dalam dinamika kekuatan yang tidak seimbang, di mana salah seorang yang terlibat menginginkan 'lebih', baik dalam frekuensi hubungan fisik maupun dalam jenis komitmen, sementara yang lainnya tetap santai.
Berita Terkait
-
Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
-
Viral Santriwati Ngaku Hamil Tanpa Hubungan Intim, Logika Publik Berontak
-
Selain Love Language, Ada Juga 5 Sex Languages untuk Seks Sehat
-
Viral Video Petugas Penjara Berhubungan Seks dengan Tahanan di Sel, Linda Mengaku Bersalah
-
Akash Elahi Klarifikasi Usai Dituduh Jadi Penyebab Venny Albert Idap Penyakit Kelamin
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi