Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Rabu, 02 Juni 2021 | 07:24 WIB
Orang India revisi Al Quran dengan menghapus 26 ayat Al Quran yang dianggap promosi terorisme. Orang India itu bernama Waseem Rizvi.

SuaraBali.id - Orang India revisi Al Quran dengan menghapus 26 ayat Al Quran yang dianggap promosi terorisme. Orang India itu bernama Waseem Rizvi. Dia adalah tokoh muslim India.

Bahkan  Waseem Rizvi mencetak Al Quran versi dirinya sendiri. Dalam Al Quran versinya, ia menghapus puluhan ayat di kitab suci umat Islam tersebut.

Muslim India itu pun telah meminta kepada Perdana Menteri (PM) Narendra Modi agar Alquran versi dirinya itu diajarkan di sekolah-sekolah Islam di seluruh India.

“Saya mengimbau kepada PM Modi untuk memasukkan Alquran baru ini ke dalam kurikulum pendidikan di berbagai madrasah dan lembaga pendidikan Muslim di seluruh negeri,” ujar Waseem Rizvi, Senin kemarin.

Baca Juga: Mahasiswa Asal Nitikan Hilang di Pantai Ngluwen, Dikenal Sebagai Penghafal Al-Quran

Waseem Rizvi diketahui merupakan mantan ketua Dewan Pusat Wakaf Syiah di Uttar Pradesh. Ia pun dikenal kerap membuat kontroversi di India.

ILUSTRASI Al Quran. (TikTok/@awwaludin.fajri)

Ia pun mengaku telah mencetak Alquran versi baru dengan menghapus 26 ayat yang dia anggap mempromosikan kekerasan.

Selain itu, Rizvi mengklaim Al Quran versinya itu merupakan versi yang benar. Bahkan, dirinya juga mengatur ayat-ayat lainnya dalam urutan yang dianggapnya benar.

“Versi Al Quran yang telah disunting ini adalah Al Quran yang benar dan akan segera tersedia di pasar untuk dibeli orang,” tuturnya.

Waseem Rizvi pada awal tahun ini juga telah mengajukan petisi ke Mahkamah Agung India untuk menghapus 26 ayat Alquran yang ia anggap mempromosikan terorisme dan jihad.

Baca Juga: Pegawai KPK Didesak Pilih Alquran atau Pancasila saat TWK, Febri Sindir Korupsi Kitab Suci

Dalam petisinya itu, Rizvi sempat menyatakan bahwa ayat-ayat tersebut diduga digunakan oleh kelompok teroris yang mengatasnamakan Islam sebagai justifikasi penyerangan terhadap orang-orang yang dianggap ‘kafir’.

Load More