SuaraBali.id - Pelaku pencurian berinisial IP tewas di hajar masa setelah kepergok membobol sebuah vila di kawasan Nusa Dua, Bali, Senin (24/5/2021).
Massa mengamuk setelah melihat pelaku beraksi membawa senjata tajam. Aksi pelaku IP sebelumnya sudah dipergoki oleh penghuni Vila, Ni Komang Krista.
Saksi mengetahui adanya pencuri saat tengah asyik menonton televisi. Dia menoleh ke jendela dan melihat sekelebat bayangan orang melangkah di halaman vila.
Karena takut, saksi masuk ke marak dan mengunci pintu dari dalam. Dari sana dia menghubungi temannya, I Putu Merta untuk datang ke vila.
Saat menyambangi vila yang dihuni Krista, Putu Merta memergoki seorang lelaki yang berada di depan gerbang sambil duduk di motor.
Namun melihat Merta datang, lelaki yang diduga rekan dari pencuri itu kabur menggunakan motornya meninggalkan pelaku yang ada di dalam vila.
"Setelah pemotor itu pergi, saksi Merta masuk ke vila. Saksi melihat gembok gerbang terbuka bekas dibobol maling," ujar salah seorang warga, dikutip dari BeritaBali --jaringan Suara.com, Kamis (27/5/2021).
Pelaku yang kesal dipergoki kemudian coba menyerang Marta dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau. Di tengah perkelahian itu, Komang Krista berteriak dan meminta pertolongan warga.
"Pelaku kabur hingga terjadi perkelahian dengan korban. Senjata pelaku berhasil direbut paksa. Massa yang menangkapnya marah menghajar pelaku maling hingga tewas di lokasi kejadian," kata warga.
Baca Juga: BMKG Sebar SMS Jawa - Bali Diguncang Gempa 8,5 SR 4 Juni 2021, Peringatan Tsunami
Sementara Kapolsek Kuta Selatan AKP Yusak Agustinus Sooai membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, setelah ditangkap pelaku sempat minta minum tapi tidak diberikan hingga akhirnya massa marah dan menghajar pelaku maling hingga tewas.
"Saksi korban mengatakan ia sempat balik ke Vila. Tapi setelah kembali, dia melihat pelaku sudah dalam keadaan meninggal, masih kami didalami," beber AKP Yusak Agustinus Sooai.
Berita Terkait
-
Berasa di Bali, Intip 8 Potret Rumah Handika Pratama
-
Kirim SMS Peringatan Dini Tsunami, BMKG Minta Maaf: Terjadi Kesalahan Sistem
-
BMKG Investigasi SMS Peringatan Dini Gempa Bumi 8,5 SR dan Tsunami Jawa-Bali 4 Juni 2021
-
Sempat Jadi Sarang Narkoba, Diskotek Akasaka Boleh Buka Lagi
-
Peringatan Dini Tsunami Jawa-Bali 4 Juni 2021, BMKG: Ada Kesalahan
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas
-
Begini Praktik Curang di Hari Pertama UTBK SNBT 2026
-
Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel
-
BRI Catat 43% Karyawan Perempuan, Capai 36.000 dari Total 86.000 Pekerja
-
Tiga Perempuan Dalam Jajaran Pemimpin BRI Cetak Prestasi di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026