SuaraBali.id - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya menyebut percepatan vaksinasi covid-19 di Bali mengalami kendala dan beberapa fasilitas kesehatan tingkat provinsi menutup layanan vaksinasi.
"Agak sedikit menggangu, karena kita sebelumnya di provinsi vaksinasi massal kita gerakkan dengan sangat intens. Sehingga vaksinasi di Bali 5.000 orang per hari," ujarnya dilansir laman BeritaBali, Selasa (4/5/2021).
Namun karena Dinas Kesehatan Provinsi Bali tak menerima aliran vaksin, sehingga percepatan vaksinasi terkendala.
Hal ini pun turut diakui Kakesdam IX/ Udayana, Kol. CKM. dr. I Made Mardika menerangkan vaksinasi di tingkat daerah dilakukan oleh fasilitas kesehatan tingkat dua yakni Puskesmas.
Dalam sehari, rata-rata Puskesmas hanya mampu memaksin 50 orang. Mendukung percepatan vaksinasi, dia menyebut Kodam IX/ Udayana telah menyiapkan 50 vaksinator untuk Pemerintah Provinsi Bali.
"Ini vaksinator yang sebelumnya tugas di Wisma Atlet, Kemayoran. Kini mereka diperbantukan di Bali. Semoga bisa mendukung percepatan vaksinasi, sehingga pariwisata segera bisa dibuka," ungkapnya.
Seperti diketahui, distribusi vaksinasi dari pemerintah pusat yang awalnya ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali, kini beralih ke tingkat kabupaten/ kota.
Berita Terkait
-
Manusia Baygon Ki Galang Pamungkas Meninggal Dikenal Guru Spiritual Bali
-
Ki Galang Pamungkas, Manusia Baygon Bali Tewas Diduga karena Uji Kesaktian
-
Talenta Muda Bali United Arapenta Poerba Gabung Klub Milik Kaesang Pangarep
-
Bintang Film Porno yang Jadi Buronan Polisi Bali Ini Bersembunyi di Rusia
-
Sudah Vaksin, Masih Perlu Konsumsi Suplemen Kesehatan?
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN