Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Rabu, 28 April 2021 | 09:21 WIB
Tangkapan layar video pelantikan Presiden Soekarno di Keraton Jogja - (Twitter/@videosejarah)
Patung lilin Soekarno di Bangkok. (Shutterstock)

Di sela-sela pembahasan teks proklamasi, setelah semalam suntuk berembuk, dini hari adalah waktunya makan sahur.

Dalam buku berjudul Sekitar Proklamasi (1969), Muhammad Hatta mengisahkan sebelum pulang ke rumahnya, Hatta sempat menyantap roti, telur, dan ikan sarden yang dimasak di rumah Maeda sebagai menu sahur.

Satsuki Mishima, anak buah Laksamana Maeda yang diminta meminjam mesik ketik, adalah satu-satunya perempuan malam itu. Ia juga yang menjadi koki makan sahur.

Menu yang disiapkan pun sederhana.

Baca Juga: Bandara Soetta Telisik Latar Belakang 2 Mafia yang Loloskan WNI dari India

Mishima diminta membuatkan makanan sejuta umat Indonesia, nasi goreng sebagai makanan sahur Bung Karno, Bung Hatta, dan Achmad Subardjo.

Wanita ini pula, yang kemudian diminta membuatkan nasi goreng untuk sahur Bung Karno, Bung Hatta, dan Achmad Soebardjo. Meski akhirnya Bung Karno hari itu dikabarkan tidak berpuasa lantaran terkena malaria.

Load More